RADAR BALI - Proses pembangunan dan persiapan operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kabupaten Karangasem kini telah memasuki tahap final.
Proyek strategis yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem berdasarkan DTSEN (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Nasional) ini selesai 95 persen dan siap digunakan pada 30 Juli 2026.
Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Ni Nengah Satriyani mengatakan, pada tanggal 31 Juli, sebanyak 74 siswa yang sebelumnya menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Bali di Tabanan akan mulai belajar secara permanen di Sekolah Rakyat Karangasem.
Salah satu keunggulan utama dari kompleks pendidikan ini adalah penerapan konsep bangunan hijau dengan sirkulasi udara mumpuni sehingga menjamin kenyamanan belajar meski tanpa pengkondisi udara (AC). Kebutuhan air bersih saat ini bersumber dari dua titik sumur bor sedalam 60 meter dengan kapasitas volume air 1,8 liter per detik.
Sumber daya listrik di Sekolah Rakyat berasal dari Gardu PLN berkekuatan 345.000 VA dan mesin genset untuk cadangan sumber daya listrik.
Fasilitas Lengkap dan Kapasitas Tampung
Infrastruktur yang telah rampung dikerjakan di atas lahan terintegrasi ini meliputi fasilitas akademik dan non-akademik yang sangat lengkap, antara lain:
Gedung SD: Terdiri dari 18 kelas dengan total kapasitas tampung hingga 540 siswa.
Gedung SMP & SMA: Masing-masing memiliki 9 kelas dengan kapasitas daya tampung hingga 270 siswa.
Asrama Siswa: Asrama SD memiliki 4 bangunan (total 8 kamar) berkapasitas 136 siswa. Sementara asrama SMP dan SMA masing-masing memiliki 2 bangunan (total 8 kamar) dengan kapasitas masing-masing 136 siswa.
Rusun Guru: Menyediakan 2 bangunan dengan total 24 ruang yang dapat menampung hingga 52 orang guru.
Fasilitas Pendukung: Gedung serbaguna berkapasitas 750 siswa, lapangan sepak bola, lapangan basket, serta tempat ibadah.
Pendaftaran Murid dan Pemenuhan Tenaga Pendidik
Secara total, terdapat 400 pendaftar di Sekolah Rakyat Karangasem untuk seluruh jenjang.
Data Siswa: Untuk jenjang SD saat ini baru terdaftar 19 siswa. Sementara untuk jenjang SMP dan SMA, kuota masing-masing telah terisi penuh sebanyak 90 siswa.
Kesiapan Guru: Untuk sementara waktu, pembelajaran di jenjang SD akan melibatkan tenaga kerja non-ASN berkompeten dengan masa kontrak awal selama 3 bulan. Untuk jenjang SMP, saat ini telah disiagakan 11 orang guru yang didatangkan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Karangasem.
Sedangkan untuk jenjang SMA, proses belajar mengajar akan diisi oleh guru tamu yang berasal dari Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Sebagai solusi jangka panjang, kebutuhan guru tetap di Sekolah Rakyat sedang dalam proses rekrutmen oleh Pemerintah Pusat.
Fasilitas Gratis dan Pemeriksaan Kesehatan Komprehensif
Direktur Pemberdayaan Sosial Komunitas Adat Terpencil Kemensos Ketut Supena menegaskan komitmen pemerintah dalam menjamin kesejahteraan dan kualitas pendidikan seluruh anak didik di fasilitas ini.
“Para siswa di sini akan mendapatkan prasarana pendidikan secara gratis yang meliputi dari pakaian sekolah, buku, mendapat laptop, hingga makanan bergizi selama 3 kali dalam sehari,” katanya.
Tidak hanya fasilitas fisik, pendekatan pemantauan tumbuh kembang anak juga dilakukan secara modern sebelum mereka memasuki masa belajar di asrama. Sebelum belajar, siswa di Sekolah Rakyat juga akan mendapatkan cek kesehatan gratis, tes kebugaran.
Bahkan, seluruh siswa Sekolah Rakyat Karangasem juga akan menjalani tes DNA yang diperuntukkan untuk mengetahui potensi dan kekurangan dari masing-masing siswa sekaligus mendeteksi bakat minat yang dimiliki.***
Editor : Ibnu Yunianto