Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duka Seusai Kasus Meninggalnya Mahasiswa STIP Asal Klungkung : Keluarga Inginkan Hukuman Setimpal Bagi Pelaku

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Minggu, 5 Mei 2024 | 12:42 WIB
MENGENANG ANAK TERCINTA : Ayah Rustika, Ketut Suastika saat menunjukkan foto Rustika semasa hidup. (dewa ayu pitri arisanti/radar bali)
MENGENANG ANAK TERCINTA : Ayah Rustika, Ketut Suastika saat menunjukkan foto Rustika semasa hidup. (dewa ayu pitri arisanti/radar bali)

Kemuraman itu sangat terasa. Suasana duka masih menyelimuti kediaman Putu Satria Ananta Rustika, 19 taruna tingkat I Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta yang meninggal dunia setelah mendapat kekerasan dari seniornya.

BUKAN hanya saudara, handai taulan, keradabat, sejumlah warga juga tampak mendatangi kediaman pemuda yang akrab disapa Rio itu. Mereka  menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan, Sabtu (4/5/2024).

Kerabat yang datang ke rumah duka diterima langsung oleh Ayah Rustika, Ketut Suastika. Sementara ibu Rustika, Nengah Rustini tengah di Jakarta bersama sejumlah kerabat untuk mengurus jenazah Rustika yang menjalani otopsi.

“Kemarin (3/5/2024) istri saya dapat informasi (meninggalnya Rustika), tidak tahu dari mana. Semua komunikasi di istri. Istri saya kemarin berangkat dengan keadaan syok,” terang Suastika.

Suastika mengaku sangat terpukul ketika mendapat kabar meninggalnya sang anak Jumat (3/5/2024) siang. Tidak ada firasat apa pun yang dia rasakan sebelum mahasiswa sekolah tinggi ilmu pelayaran itu meninggal.

Apalagi saat terakhir berkomunikasi Rabu (1/5/2024), sang anak mengaku baik-baik saja ketika ditanya perihal kabar.

“Terakhir komunikasi tanggal 1 Mei pas dia libur. Bahas motornya mau dipasang stiker. Selama ini dia setiap ditanya bagaimana di sana, aman pak, baik-baik saja,” kenang Suastika.

Terkait kesehatan, Suastika mengungkapkan kesehatan Rustika terbilang normal dan tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Itu dibuktikan dengan dilakukannya cek kesehatan sebelum anak pertama dari tiga bersaudara itu masuk ke STIP.

“Saat masuk itu kan sudah di tes kesehatan dia. Kalau masalah fisik, anak saya normal. Mantan Paskibraka tahun 2022 SMAN 2 Semarapura,” bebernya.

Lebih lanjut Suastika mengaku waswas ketika anaknya bercita-cita masuk perguruan tinggi kedinasan. Mengingat sebelum-sebelum tidak sedikit adanya kasus meninggalnya sejumlah mahasiswa lantaran penganiayaan yang dilakukan oleh senior di perguruan tinggi kedinasan.

Namun melihat semangat Rustika untuk masuk perguruan tinggi kedinasan sejak SMA, bahkan berusaha sendiri untuk bisa lulus, dia pun mendukung keinginan anaknya tersebut.

“Ada rasa waswas (menyekolahkan ke pelayaran) hanya saja niat anak saya mau ke sana. Niatnya mau sekolah kedinasan, dia cari sendiri pas ketemu di STIP,” tutur sambil terisak.

Atas kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan Rustika, dia meminta kepada pihak yang berwajib untuk mengungkapnya secara terang-menderang sehingga pihak keluarga tidak merasa adanya janggalan.

Dia berharap pelaku mendapat ganjaran setimpal sebagai efek jera sehingga ke depannya tidak ada lagi korban. “Cukup yang terakhir anak saya,” tegasnya.

Terkait prosesi yang dilakukan terhadap jenazah Rustika, dia belum bisa berkomentar karena akan dilakukan rembuk keluarga terlebih dahulu.

“Prosesi upacaranya belum. Menunggu kapan bisa pulang. Istri saya masih di Jakarta karena akan dilakukan otopsi (pada jenazah Rustika),” jelasnya.

Menurut Suastika, Rustika merupakan anak yang polos dan tidak neko-neko. Rustika juga anak yang hormat dengan siapa pun. Olahraga aktivitas yang digemari. “Dua minggu yang lalu baru balik (ke STIP). Waktu Idul Fitri kan libur tiga minggu. Sampai tanggal 20 April dia libur, tanggal 19 April dia balik ke sana (STIP),” tandasnya. [*]

 

 

 

Editor : Hari Puspita
#penganiayaan #sekolah pelayaran #stip #klungkung