TABANAN, Radar Bali.id - Jalur tengkorak Denpasar-Gilimanuk makan korban jiwa. Kali ini dua pengendara motor tewas, setelah terlibat kecelakaan di jalur itu.
Kedua pengendara motor yang tewas yakni I Nyoman Mudana, 59 asal Banjar Dinas Antosari, Desa Selemadeg Barat, Tabanan dan I Made Widya Winaya, 24 asal Banjar Dinas Baleagung, Desa Yeh Embang, Mendoyo, Jembrana. Kedua korban meninggal usai terlibat kecelakaan lalu lintas, bertabrakan.
Bardasarkan informasi yang berhasil dihimpun Minggu kemarin (28/7/2024). Kecelakaan di Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk tepatnya di Banjar Dinas Delod Rurung, Desa Antosari Kecamatan Selemadeg Barat terjadi pada Sabtu sore (27/7/2024) sekitar pukul 17.30 wita.
Korban I Nyoman Mudana yang bekerja sebagai buruh bangunan meninggal dunia setelah alami luka parah. Dengan luka pada bagian kepala. Sedangkan korban Made Widya Winaya diduga alami luka di bagian leher.
Kasus kecelakaan ini sedangkan ditangani oleh Satlantas Polres Tabanan. Bahkan polisi sudah melakukan olah TKP di lokasi kejadian.
Kasatlantas Polres Tabanan AKP I Made Adi Sutapa membenarkan kejadian itu. Ia menyebut kecelakaan itu bermula dari I Nyoman Mudana yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vega DK 6390 HG.
Mudana yang keluar dari sebuah jalan desa berniat ke jalur utama Denpasar-Gilimanuk. Ketika saat menyeberang jalan, saat itu korban mengebut, berkecepatan tinggi, tidak hati-hati, langsung main potong jalan.
Nah, ini yang menjadi petaka. Di saat bersamaan datang pengendara motor Yamaha Freego DK 4515 WC dikendarai oleh Made Widya Winaya dengan kecepatan tinggi pula dari arah utara (Denpasar) menuju arah selatan Gilimanuk.
Akibatnya kedua pengendara motor terlibat kecelakaan. Sehingga menyebabkan keduanya meninggal dunia akibat kecelakaan maut itu.
"Dugaan kami setelah olah tempat kejadian perkara (TKP), karena pemotor Vega yang kurang hati-hati ketika menyeberang jalan, asal main potong jalan," jelasnya, Minggu kemarin.
Untuk kedua jenazah korban kini telah dipulang ke rumah duka masing-masing.
Terpisah Perbekel Antosari I Nyoman Agus Suriawan mengakui yang menjadi korban kecelakaan adalah warganya sendiri I Nyoman Mudana. Mudana adalah seorang buruh bangunan dari Banjar Delod Rurung.
"Sebelum kecelakaan Pak Mudana ini mau mencari alat-alat tukang di rumah rekan. Namun saat hendak balik ke rumah justru kecelakaan," ucpanya.
Dengan kondisi jenazah sudah dibawa ke rumah duka yang sebelumnya sempat dibawa ke Puskesmas Selemadeg.
"Rencananya hari Selasa (31/7/2024) akan dilakukan upacara pengabenan di Krematorium Desa Antosari. Pak Mudana ini kalau tidak salah belum memiliki anak," imbuhnya.[*]
Editor : Hari Puspita