DENPASAR, Radar Bali.id -Kehebohan muncul setelah terjadinya ledakan. Peristiwa itu muncul dari kapal ikan, Km. Permata 168, milik PT.Inti Mas yang sedang lego jangkar di Dermaga Barat, Pelabuhan Benoa. Kejadian Minggu (6/10/2024) sekitar pukul 11.00. Dua orang teknisi dikabarkan sekarat. Seorang, alami luka bakar serius, satunya lagi patah tulang. Dugaan sementara, mesin kapal meledak karena konslet.
Kepada Jawa Pos Radar Bali, seorang ABK PT. Bandar Nelayan inisial PR, saat ditemui di kawasan lokasi menyatakan, kejadian itu menghebohkan sejumlah ABK yang sementara beristirahat di atas kapal tak jauh dari sumber ledakan.
"Heboh pagi tadi. Kami ikut panik, karena setelah terdengar ledakan, muncul asap pekat dari Dalam Km. Permata 168, milik PT.Inti Mas," bebernya.
Baca Juga: Layanan Marina Kelas Dunia Segera Hadir di Pelabuhan Benoa Milik Pelindo
Beruntung, upaya pencegahan dilakukan dengan cepat sehingga kapal tidak terbakar. Dikatakan setahu mereka, pasca kejadian para ABK dan Teknisi Km. Permata 168 sedang melakukan perbaikan kapal. Baik itu dari mesin hingga body. "Kami menduga, mesin kapal meledak karena konslet. Kabarnya dua teknisi sekarat akibat ledakan itu. Seorang teknisi mesin, satunya listri. Ada yang alami luka bakar, seorang lagi alami patah tulang," tutupnya.
Kini, Km. Permata 168, milik PT.Inti Mas telah dipasangi police line. Senada disampaikan Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi. Bahwa terkait masalah tersebut pihaknya telah memintai keterangan sejumlah ABK Km. Permata 168. Diketahui, kejadian berlangsung ketika beberapa ABK sedang beristirahat dalam kamar.
Mereka kecapean karena baru saja selesai mengecat knalpot kapal dan membersihkan kaca kemudi. Sementara, perbaikan mesin masih berlangsung dikerjakan oleh dua teknisi Sumadi dan Sutami. Para ABK mengaku terkejut bukan main, karena terdengar ledakan yang sangat keras. Mendengar ledakan dari kamar mesin, mereka bergegas keluar dan menjauh untuk menyelamatkan diri
"Ya, bahkan, para ABK melihat ada seseorang teknisi yang terpental ke kapal sebelah akibat ledakan itu," ungkap Jubir Polresta Denpasar, Minggu (6/10). Setelah itu, terlihat muncul asap tebal dari kamar mesin. Para ABK merasa tidak ada ledakan susulan lagi, mereka berusaha mendekat membantu memadamkan asap yang keluar dari kamar mesin tersebut.
Asap dapat dipadamkan oleh petugas PMK Pelindo Benoa, sekitar pukul 13.00. Pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait ledakan itu. Polisi belum bisa pastikan berapa kerugian akibat ledakan. Bahkan sejauh ini dua teknisi belum bisa dimintai keterangan sehingga penyebab dari peristiwa itu belum bisa dipastikan.
"Ya dua orang diduga teknisi yakni Sumadi luka bakar pada wajah dan tangan. Sutami, mengalami patah kaki kanan. Kedua Korban sedang dirujuk ke Rumah Sakit Bali Mandara," pungkasnya. [*]
Editor : Hari Puspita