Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Nasib Dua Pekerja Migran Jembrana yang Meninggal: Yang di Amerika Sudah Dipulangkan, yang di Jepang Terganjal Administrasi

Muhammad Basir • Jumat, 31 Januari 2025 | 15:11 WIB
JASAD  DIPULANGKAN : Proses pemulangan jenazah PMI asal Jembrana yang meninggal di Amerika Serikat. (foto:arimbawa  untuk radar bali)
JASAD DIPULANGKAN : Proses pemulangan jenazah PMI asal Jembrana yang meninggal di Amerika Serikat. (foto:arimbawa untuk radar bali)

Jenazah I Made Arya Budiharta, 41, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jembrana, yang meninggal di Amerika Serikat, akhirnya tiba di rumah duka Lingkungan Sawe, Kelurahan Dauhwaru, Jembrana. Sedangkan jasad I Komang Sudiarna, 50, yang bekerja di Jepang masih terganjal urusan administrasi terkait masalah hukum.

SUASANA haru itu benar-benar mengharu biru. Kedatangan jenazah PMI yang menjadi tulang punggung keluarga ini disambut tangis keluarganya.

Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan, Produktivitas dan Transmigrasi, pada Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana I  Putu Agus Arimbawa mengatakan, jenazah tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Rabu (29/1/2025) malam.

Setelah proses di bea cukai, berangkat ke Jembrana Kamis pagi dan tiba sekitar pukul 12.00 Wita. ”Keluarga ada yang ikut menjemput ke bandara,” jelasnya, Kamis (30/1/2025).

Menurutnya, pemulangan jenazah PMI yang bekerja di restoran di Amerika Serikat ini, termasuk cepat dibandingkan dengan pemulangan jenazah PMI asal Jembrana yang lain. Meninggal pada hari Sabtu (11/1/2025), setelah 20 hari kemudian sudah tiba di rumah duka.

”Hak-hak dari PMI seperti asuransi juga didapatkan,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Budiharta yang bekerja di restoran di Bourbonnais, Illinois, Amerika Serikat, meninggal karena penyakit kanker, Sabtu (11/1/2025) pukul 20.41 waktu setempat. 

Awalnya mengeluhkan sakit sariawan pada tahun 2022 lalu. Setelah tes medis ternyata menderita kanker lidah.

Sempat menjalani pengobatan menjalani beberapa kali kemoterapi yang dibiayai oleh perusahaan tempat nya bekerja.

Setelah menjalani rangkaian pengobatan, kesehatannya sempat membaik. Pada bulan Juni 2024 lalu, kembali jatuh sakit dengan gejala sakit di tulang belakang sempat menjalani operasi saraf pada Desember 2024. Sayangnya, kondisinya memburuk dan akhirnya meninggal.

Kondisi berbeda dengan jenazah I Komang Sudiarna, 50, PMI asal Jembrana yang meninggal di Jepang. PMI asal Lingkungan Bilukpoh, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, lebih dulu meninggal, tetapi masih belum bisa dipulangkan. ”Ada kendala proses hukum di Jepang,” ungkapnya.

Jenazahnya lebih lama diproses karena masa tinggalnya sudah lama berakhir, sehingga pihak perusahan pemberi kerja masih menyelesaikan proses hukum di kepolisian Jepang.  ”Kabarnya proses hukum sudah selesai, tinggal menunggu jadwal pemulangan,” ungkapnya.

Pihaknya mendapat informasi bahwa dokumen pemulangan jenazah sudah masuk ke KJRI, sehingga dalam waktu dekat sudah bisa dipulangkan. Dari rencana akhir bulan Februari, diperkirakan awal Februari mendatang sudah bisa dipulangkan ke Jembrana.

Sudiarna merupakan pekerja di peternakan babi di Jepang. Sejak berangkat kerja pada tahun 2019, belum pernah pulang sehingga secara adminitrasi termasuk over stay.

PMI asal Jembrana ini meninggal aat bekerja di kandang peternakan babi. Mendiang mengembuskan nafas terakhir, jelang malam tahun baru 2025, Selasa (31/12/2024) sekitar Pukul 13.51 waktu setempat.

Korban yang mengemudikan alat berat berupa loader yang dipakai untuk menggusur permohonan yang mengganggu kandang. Pada saat proses menggusur pohon berukuran besar tertimpa alat berat yang dikemudikannya. [*]

Editor : Hari Puspita
#pemulangan jenazah #pmi #jembrana #pekerja migran