DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Kabar duka menyelimuti keluarga pekak bernama Wayan Mura, 73. Pamit jaring ikan di Pantai Biaung, Rabu, 24 April 2025 sekitar pukul 08.00 WITA, namun tak kunjung pulang. Ditemukan tewas mengapung Kamis (24/4/2025) sekitar pukul 09.00 WITA.
Kapolsek Denpasar Timur (Dentim) Kompol I Ketut Tomiyasa, S.H., M.H., mengatakan, pihaknya telah meminta keterangan sejumlah saksi. Diketahui bahwa Pekak Mura berpamitan dari rumah untuk mencari ikan di Pantai Biaung sekitar pukul 08.00 WITA.
Lalu, mulai menjaring ikan menggunakan alat tradisional yang pelampungnya berupa ban dalam mobil itu sekitar pukul 09.00 WITA. Saat bersamaan datang ombak besar dan menghantam kakek asal Kesiman Kertalangu itu.
"Peristiwa itu dilihat langsung oleh saksi Wayan Wardika, 60 tahun, yang sedang memancing di tepian," ungkap Kapolsek. Setelah kejadian tersebut, Mura tak terlihat lagi. Hanya ditemukan pelampung yang mengapung.
Peristiwa ini dilaporkan ke polisi dan berbagai pihak. Selanjutnya, pencarian dilakukan oleh Polsek Denpasar Timur, Polair Polda Bali, Polresta Denpasar, Basarnas Bali, Balawista, Kelompok Nelayan Sanur, serta masyarakat. Keluarga korban juga telah melakukan ritual di pinggir pantai.
"Ya, memohon petunjuk agar pencarian dipermudah," tuturnya. Namun, pencarian hari itu tak membuahkan hasil. Pencarian pun dilanjutkan pada hari ini (kemarin). Kebetulan, ada seorang remaja inisial JAY, 16 tahun, yang sedang menjaring ikan bersama temannya di tepi Pantai Padanggalak.
Remaja itu terkejut karena melihat sebuah tangan mengambang di laut sekitar pukul 09.00 WITA. Ia lantas bergegas melemparkan jaring ke arah objek tersebut dan menariknya ke tepian.Tampak bahwa itu adalah tubuh seorang pria yang ternyata merupakan korban hilang atas nama Wayan Mura.
Selanjutnya, jenazah Mura dibawa ke Pantai Biaung, tempat kejadian perkara (TKP), baru kemudian dibawa ke rumah duka oleh pihak keluarga. "Dari pihak keluarga korban menyadari bahwa ini merupakan musibah dan tidak menuntut secara hukum," pungkasnya.
erpisah, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, membenarkan bahwa petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar mendapatkan informasi dari BPBD Kota Denpasar sekitar pukul 11.10 WITA.
Baca Juga: Akhir Era Teco di Bali United: Fokus ke 5 Laga Krusial vs PSM, PSIS, Persija, Madura, Persebaya
Lalu diberangkatkan 5 personel menuju lokasi kejadian. Upaya pencarian dilakukan dengan menyisiri menggunakan rubber boat di sekitar tempat kejadian, sesuai keterangan saksi mata.
Selain tim pencarian dan pertolongan laut (SRU laut), ada juga pencarian oleh tim pencarian dan pertolongan (SRU darat) darat dengan penyisiran dan menerbangkan drone thermal.
Keadaan cuaca di lokasi cerah, dengan pergerakan angin dari timur ke selatan dan kecepatannya berkisar 4 hingga 30 km/jam. Penyisiran laut dilakukan hingga 2 sorti, namun hasilnya nihil.
Akhirnya, pekak ditemukan terdampar di Pantai Padanggalak dalam keadaan meninggal dunia, sekitar pukul 14.45 WITA. Selanjutnya, jenazahnya langsung dibawa ke rumah duka dengan kendaraan pribadi.***
Editor : M.Ridwan