Kompaknya rakyat Kabupaten Pati, Jateng, dalam menyumbang logistik untuk demo 13 Agustus 2025 merupakan salah satu hal unik, menarik, menonjol, dari aksi rakyat alias people power tersebut. Mereka sehati, satu visi untuk melawan kesombongan pemimpinnya.
CARA mereka mengumpulkan sumbangan menunjukkan inisiatif yang kuat dari masyarakat sendiri, bukan hanya bergantung pada satu pihak.
Berikut adalah cara-cara yang mereka lakukan untuk mengumpulkan sumbangan:
- Pembukaan Posko Donasi: Masyarakat, yang diorganisir oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, mendirikan posko-posko donasi di lokasi strategis, terutama di depan Kantor Bupati Pati dan sekitar Alun-alun Pati. Posko-posko ini menjadi pusat pengumpulan logistik.
- Donasi Langsung dari Berbagai Pihak: Sumbangan datang dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari petani yang menyumbangkan hasil panen mereka seperti pisang dan buah-buahan lainnya, hingga warga umum yang membawa air mineral, makanan ringan, dan perlengkapan lain. Bahkan, ada pula karangan bunga sebagai bentuk dukungan moral.
- Media Sosial dan Jaringan Komunitas: Informasi mengenai penggalangan donasi ini menyebar dengan cepat melalui media sosial dan jaringan komunitas. Hal ini memungkinkan sumbangan datang tidak hanya dari warga Pati, tetapi juga dari warga Pati yang tinggal di luar kota, seperti di Palembang dan Jambi.
- Mekanisme Non-Tunai: Para koordinator aksi secara spesifik menyatakan bahwa mereka tidak menerima donasi dalam bentuk uang. Mereka hanya menerima barang atau jasa, seperti logistik, kendaraan pikap untuk mengangkut barang, dan bahkan makanan siap saji seperti nasi kucing. Ini dilakukan untuk menjaga transparansi dan memastikan aksi tersebut benar-benar murni dari dukungan rakyat.
Di sisi lain, antusiasme masyarakat dalam menyumbang justru meningkat setelah adanya insiden di mana logistik demo yang dikumpulkan di posko sempat disita oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Tindakan ini justru memicu kemarahan publik dan membuat semakin banyak warga yang datang untuk memberikan sumbangan sebagai bentuk solidaritas. Akibatnya, posko-posko donasi menjadi sangat padat dengan tumpukan kardus air mineral, buah-buahan, dan berbagai bantuan lainnya.
Rakyat Kabupaten Pati secara sukarela menyumbangkan berbagai logistik untuk mendukung aksi unjuk rasa. Sumbangan-sumbangan tersebut dikumpulkan di posko-posko donasi yang didirikan di sekitar Kantor Bupati Pati. Berikut adalah daftar logistik yang disumbangkan oleh rakyat:
- Air mineral: Ini adalah salah satu sumbangan utama. Ribuan kardus air mineral kemasan menumpuk di posko donasi dan bahkan berjejer di sepanjang trotoar di depan Kantor Bupati Pati dan DPRD.
- Buah-buahan: Para petani, terutama dari Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu, yang merupakan salah satu penghasil pisang terbesar di Pati, menyumbangkan buah-buahan seperti pisang, semangka, pepaya, dan melon.
- Makanan ringan: Selain buah-buahan, masyarakat juga menyumbangkan makanan ringan (snack) dan bahan makanan lainnya.
- Karangan bunga: Beberapa warga juga mengirimkan karangan bunga sebagai bentuk dukungan moral untuk aksi demonstrasi.
Sumbangan-sumbangan ini menunjukkan besarnya dukungan dari berbagai lapisan masyarakat di Kabupaten Pati, bahkan ada beberapa yang berasal dari luar daerah, untuk menyuarakan aspirasi mereka terhadap kebijakan-kebijakan yang dianggap merugikan.[dirangkum dari berbagai sumber*]
Editor : Hari Puspita