MANGUPURA, radarbali.jawapos.com – Pencarian korban yang masih dinyatakan hilang karena banjir terus dilakukan. Situasi sempat menegangkan ketika Tim SAR yang melakukan penyisiran di Sungai Yeh Penet, Banjar Gamongan, Desa Mengwi Tani, mendadak berhenti setelah mencium bau menyengat, Minggu (14/9/2025).
Dugaan awal, bau tersebut berasal dari jenazah manusia. Namun, setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata hanya bangkai seekor kucing.
“Ya, karena tercium bau menyengat, dikira jenazah manusia. Ternyata ditemukan bangkai kucing,” ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya. Walaupun demikian, pergerakan tim SAR, yang dibantu unit K-9 serta keluarga korban, terus dilanjutkan.
Fokus penyisiran dilakukan di area bawah Jembatan Slingsing dengan membersihkan tumpukan sampah, kemudian diteruskan ke arah selatan sejauh sekitar 1 kilometer.
Terpisah, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali 14 September 2025 pukul 06.00 WITA, tercatat 17 orang meninggal dunia akibat banjir, dengan rincian, 11 orang di Kota Denpasar, 3 orang di Kabupaten Gianyar, 2 orang di Kabupaten Jembrana, dan 1 orang di Kabupaten Badung.
Sementara itu, 5 orang masih dalam pencarian, yakni 2 di Kota Denpasar dan 3 di Kabupaten Badung. Meski begitu, seluruh titik banjir di Bali kini sudah dinyatakan surut. Ribuan pengungsi secara bertahap mulai dipulangkan ke rumah masing-masing setelah dilakukan pembersihan material banjir.
Baca Juga: Banjir Bali: Pohon di Hulu Sungai Ayung Tinggal 3 Persen, Denpasar Kian Terancam
Data BPBD mencatat bencana banjir melanda 248 titik, dengan sebaran terbanyak di Kota Denpasar 81 titik, Jembrana 63 titik, dan Badung 55 titik. Selain itu, longsor terjadi di 91 titik, pohon tumbang di 46 titik, jembatan putus di 3 titik, jalan rusak di 7 titik, serta tembok, senderan, hingga saluran irigasi jebol di 82 titik.
Jumlah pengungsi di Kota Denpasar tercatat sebanyak 399 orang, tersebar di beberapa posko, di antaranya, Banjar Dakdakan, Peguyangan 48 orang.
Banjar Kesambi, Kesiman 46 orang. Banjar Tohpati, Kesiman Kertalangu: 10 orang. Balai Masyarakat Pemaksan Jero Batu Sri 45 orang. Posko Jalan Sutomo Gg. Suar No. 82 D: 68 orang dan Posko Cokroaminoto, Desa Dauh Puri Kaja: 182 orang
Sementara beberapa titik pengungsian seperti Banjar Sedana Merta (Ubung) dan Pulau Misol sudah kosong. Dengan kondisi banjir yang sudah surut, Tim SAR bersama aparat gabungan kini memusatkan perhatian pada pencarian korban hilang serta pemulihan infrastruktur terdampak.***
Editor : M.Ridwan