RadarBali.id – Cuaca ekstrem memang tak terduga. Kali ini hujan deras yang mengguyur Kecamatan Pintu Rime Gayo sepanjang hari mengakibatkan bencana tanah longsor di Dusun Enang-Enang, Desa Arul Cincin, Rabu (19/11/2025).
Peristiwa ini terjadi sekitar pada pukul 21.00 WIB. Longsoran tanah tersebut menyebabkan tembok penahan tanah (TPT) Mushola Fajar Islam amblas ke dasar sungai.
Menanggapi Hal tersebut, Kapolsek Pintu Rime Gayo, AKP Suci, mengatakan tembok dengan panjang sekitar 20 meter dan tinggi 4 meter itu merupakan pembangunan dana desa tahun 2024.
Meski kerusakan cukup besar, tidak ada korban jiwa maupun pengungsi dalam insiden ini. Kerugian materil ditaksir mencapai kurang lebih Rp27 juta.
Setelah menerima laporan bencana, personel kepolisian langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan, memastikan tidak ada warga terdampak, serta mengamankan area rawan.
Polisi kemudian memasang garis polisi di sekitar lokasi longsor untuk mencegah masyarakat mendekat dan menghindari risiko longsor susulan.
Pada saat yang sama, aparat bersama warga menutup permukaan tanah yang masih labil menggunakan plastik transparan sebagai langkah antisipasi sementara agar struktur tanah tidak semakin tergerus air.
Polisi juga mengimbau masyarakat di wilayah Pintu Rime Gayo untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga yang tinggal di dekat bantaran sungai, tebing, dan kawasan rawan longsor.
Situasi cuaca yang ekstrem dinilai berpotensi menimbulkan bencana lanjutan apabila tidak diantisipasi sejak dini.
Hingga laporan ini disampaikan, kondisi di lokasi telah dinyatakan aman dan terkendali, namun petugas tetap melakukan pemantauan untuk memastikan keselamatan warga.
Kepolisian mengajak masyarakat segera melaporkan apabila melihat tanda-tanda pergerakan tanah atau potensi bencana lainnya agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat. [*]
Editor : Hari Puspita