PIDIE JAYA, RadarBali.id – Sebuah momen sederhana namun penuh makna telah menjadi viral di media sosial (medsos) , menunjukkan kedalaman empati masyarakat Aceh di tengah kesulitan pascabencana banjir.
Seorang relawan perempuan tak kuasa menahan tangis haru saat menerima satu buah kelapa muda dari warga yang terdampak banjir di Pidie Jaya, Aceh.
Aksi spontan dari warga ini menjadi sorotan warganet, menegaskan budaya lokal yang memuliakan tamu bahkan dalam kondisi terbatas.
Kehangatan di Tengah Terik Pembersihan
Momen menyentuh ini diabadikan dan diunggah melalui akun TikTok @fendra.tryshanie pada Jumat (12/12/2025). Relawan yang diketahui bernama Farwiza tersebut sedang disibukkan dengan kegiatan gotong royong membersihkan sisa-sisa banjir di wilayah Pidie Jaya yang terasa sangat terik.
Dalam video tersebut, Farwiza menceritakan bagaimana warga yang juga sibuk membersihkan lingkungan mereka, tiba-tiba berhenti sejenak untuk memberikan kelapa muda agar para relawan tidak dehidrasi.
“Hari ini panas banget. Mereka berhenti, lalu mengambilkan kelapa buat kita supaya nggak kehausan,” ujar Farwiza dalam unggahannya.
Farwiza tampak terisak haru saat menerima kelapa muda tersebut, sebuah gestur ketulusan yang tak disangka dari pihak yang seharusnya menerima bantuan. Dalam keterangannya, ia menulis, “Terharu dikasih kelapa muda di lokasi banjir Pidie Jaya.”
Respons Warganet: Memuliakan Tamu adalah Budaya Aceh
Hingga berita ini ditulis, video tersebut telah ditonton lebih dari 338 ribu kali, mendapat sekitar 32 ribu tanda suka, dan dibagikan lebih dari seribu kali, menunjukkan resonansi emosional yang kuat di kalangan warganet.
Kolom komentar dibanjiri pujian yang mengapresiasi tinggi nilai-nilai kepedulian yang dipegang teguh oleh masyarakat Aceh.
- Akun @khabib_* berkomentar, “Itulah Aceh. Aku hampir tiap tahun ke sana. Kalau ada yang menjelekkan Aceh, aku selalu ajak bicara pakai fakta yang aku lihat sendiri.”
- “Memuliakan tamu itu sudah budaya. Walau tak punya, tetap diusahakan. Tamu datang itu tanda rezeki,” tulis akun @ayi_*.
- Sementara akun @dataran* memberikan pandangan, “Aceh mungkin sering tak diperhatikan, tapi Aceh tak pernah kehilangan rasa peduli.”
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa empati dan kemanusiaan sejati seringkali muncul dari tempat-tempat yang paling tak terduga, membuktikan bahwa semangat saling menolong dan memuliakan tamu tetap menyala terang di hati warga Pidie Jaya, bahkan setelah diterpa bencana.[*]
Editor : Hari Puspita