TABANAN, Radar Bali.id – Tragedi memilukan melanda Perum Kuwum Asri 2, Kecamatan Marga, Rabu (21/1/2026) dini hari. Sebuah rumah ambruk akibat luapan air sungai yang menggerus bantaran tanah.
Tak hanya menimpa keluarga Semi Christian Banfanu yang istri dan anaknya, Yuliana Da Kosta Makun, 28 dan Audrey Natania Banafanu berusiasatu setengah tahun. hanyut teseret arus Sungai, I Wayan Sudarma, sang pemilik rumah, kini harus menjalani perawatan intensif di RSUD Mangusada setelah tertimbun reruntuhan demi menyelamatkan keluarganya.
Peristiwa mencekam ini terjadi sekitar pukul 04.00 Wita. Berawal saat putri Sudarma terbangun untuk ke kamar mandi dan menyadari adanya pergerakan mencurigakan pada bangunan bagian belakang rumah. Mendengar teriakan sang anak, Sudarma bergegas mengecek kondisi bangunan.
Dalam hitungan detik, rumah yang berada tepat di pinggir sungai tersebut ambruk. Di tengah situasi kritis, Sudarma berhasil memastikan istri dan anaknya lolos dari maut. Namun malang, ia sendiri tak sempat menghindar hingga tertimpa material atap dan beton.
"Astungkara, semua keluarga selamat. Hanya kakak saya yang luka-luka dan sekarang dirawat di RSUD Mangusada," ujar I Ketut Dodik Rudiawan, adik korban.
Menurut Dodik, ini adalah kejadian pertama sejak kakaknya menempati rumah tersebut selama sepuluh tahun. Selain menimpa keluarga Sudarma, bangunan yang ambrol tersebut juga menimpa rumah kontrakan milik Semi Christian Banfanu di sebelah barat sungai.
Hingga saat ini, suasana duka masih menyelimuti lokasi kejadian, terlebih proses pencarian terhadap dua korban lain (ibu dan anak asal Kupang) yang dikabarkan hilang masih terus diupayakan oleh petugas.[*]
Editor : Hari Puspita