SINGARAJA, Radar Bali.id – Teror anjing liar yang mengamuk di kawasan Pasar Buleleng, Kelurahan Kampung Singaraja, pada Minggu (8/3/2026) pagi menyisakan trauma mendalam. Sebanyak 15 orang warga dilaporkan menjadi korban gigitan hewan yang diduga kuat terjangkit rabies tersebut.
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng bergerak cepat dengan memastikan seluruh korban telah mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR).
"Semua korban sudah datang dan kami pastikan mendapatkan vaksin lengkap, yakni tiga kali suntikan untuk antisipasi dini," tegas Kepala Dinkes Buleleng, dr. Sucipto, Senin (9/3/2026).
Aksi agresif anjing tersebut berawal dari area pasar hingga merembet ke pemukiman di sekitar Masjid Nurul Mubin. Pecalang Banjar Adat Delod Peken yang mencoba mengusir hewan tersebut justru diserang balik, hingga akhirnya terpaksa mengambil tindakan tegas melumpuhkan anjing itu hingga mati.
Dari 15 korban, mayoritas adalah warga yang sedang berbelanja. Dampak paling parah dialami Nyoman Aryani,58, yang kini harus menjalani perawatan intensif akibat patah tulang tangan kiri saat mencoba menyelamatkan diri dari serangan mendadak tersebut.
Saat ini, Dinkes masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dokter hewan untuk memastikan status rabies pada anjing tersebut.[*]
Editor : Hari Puspita