Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kejar Target Sebelum Galungan,  Pemkab Jembrana Kebut Administrasi Pemulangan Jenazah PMI yang Meninggal di Jepang

Muhammad Basir • Jumat, 29 Mei 2026 | 08:39 WIB
Ilustrasi pemulangan jenazah PMI di Jepang. (gambar digital gemini/radar bali)
Ilustrasi pemulangan jenazah PMI di Jepang. (gambar digital gemini/radar bali)

NEGARA, Radar Bali.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana langsung bergerak cepat merespons kabar duka dari luar negeri.

 Proses administrasi pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jembrana yang meninggal dunia di Negara Sakura, Jepang, kini terus dipacu.

Baca Juga: Langsung Dibawa ke Jembrana, Jenazah PMI Asal Jembrana yang Meninggal di Rusia Tiba di Rumah Duka

Langkah kilat ini diambil demi memenuhi harapan besar pihak keluarga agar almarhum bisa segera dipulangkan ke tanah air, idealnya sebelum hari raya Galungan tiba.

Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan, Produktivitas dan Transmigrasi (P3T) Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Jembrana, I Putu Agus Arimbawa menegaskan, sejak pertama kali menerima laporan duka tersebut, pihaknya tidak membuang waktu dan langsung menggelar koordinasi lintas instansi secara intensif.

”Kami terus mendorong dan mengawal agar proses birokrasi serta administrasi pemulangan di pusat maupun di Jepang dapat dipercepat. Harapan utama kami adalah jenazah bisa segera tiba di rumah duka dalam waktu dekat, sesuai dengan keinginan mendalam pihak keluarga,” ujar Agus Arimbawa saat memberikan keterangan resmi, Jumat (29/5/2026).

Agus menguraikan, safari koordinasi ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Nakerprin Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi. Prosesnya melibatkan jaringan luas, mulai dari paguyuban suka duka PMI di Jepang, kementerian terkait di pusat, hingga pihak Perwakilan RI (KBRI/KJRI) di Jepang. ”Semua lini dan jalur komunikasi kami buka lebar-lebar agar tidak ada hambatan birokrasi yang memperlambat proses,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, nasib pilu menimpa seorang PMI asal Jembrana bernama I Kadek Mas Heriadi: 34. Pria malang ini dilaporkan meninggal dunia saat sedang mengais rezeki di wilayah Ibaraki, Jepang pada Minggu (24/5/2026). Almarhum sendiri merupakan warga asli Lingkungan Bilukpoh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan empati, Pemkab Jembrana dipastikan tidak hanya mengawal urusan kertas kerja di atas meja. Melalui kolaborasi lintas sektor, pemerintah daerah juga telah menyiapkan fasilitasi penuh untuk mendampingi pihak keluarga saat penjemputan dan serah terima jenazah di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, lengkap dengan armada ambulans gratis yang siap mengantar jenazah hingga ke rumah duka di Mendoyo.

Berdasarkan informasi valid yang berhasil dihimpun, sebelum mengembuskan napas terakhirnya, almarhum sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya akibat mengalami pembengkakan pada bagian kaki. Kondisi fisik almarhum terus merosot tajam beberapa hari menjelang wafat.

Meski sempat dilarikan ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan penanganan medis, almarhum memilih untuk pulang ke mess tempat tinggalnya dengan harapan kondisinya bisa membaik dan bisa segera pulang ke Bali. Takdir berkata lain, almarhum akhirnya wafat dengan didampingi langsung oleh adik kandungnya, Komang Eri Wahyudi: 24 yang kebetulan juga sedang mengadu nasib sebagai pemagang di Jepang. [*]

Editor : Hari Puspita
#PMI asal Jembrana #tki #PMI Meninggal #pemulangan jenazah #pekerja migran