Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Terjebak Tengah Laut Gegara HP Nyemplung, Tiga Pemancing Panik di Rumah Apung Serangan, Minta Bantuan 110

Andre Sulla • Jumat, 5 Juni 2026 | 05:58 WIB

 

SELAMAT: Tim reaksi cepat 110 saat mengevakuasi pemancing yang panik lantaran terjebak ditengah laut di perairan Serangan Denpasar. (ADRIAN SUWANTO/radarbali.id)
SELAMAT: Tim reaksi cepat 110 saat mengevakuasi pemancing yang panik lantaran terjebak ditengah laut di perairan Serangan Denpasar. (ADRIAN SUWANTO/radarbali.id)

 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Niat menikmati suasana memancing di tengah malam berubah menjadi kepanikan bagi tiga pemancing di Perairan Serangan, Denpasar Selatan.

Mereka terjebak di sebuah rumah apung setelah kehilangan akses untuk menghubungi pengemudi jukung yang seharusnya menjemput mereka kembali ke daratan.

Beruntung, laporan darurat yang masuk melalui Call Center 110 Polresta Denpasar langsung mendapat respons cepat. Personel Satpolairud Polresta Denpasar bergerak menuju lokasi dan berhasil mengevakuasi ketiganya dalam kondisi selamat pada Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 02.30 Wita.

Korban diketahui bernama Sielma Claudia Fortuna, 26, warga Gianyar. Saat itu ia memancing bersama dua rekannya di sebuah rumah apung yang berada di kawasan Perairan Serangan. 

 Baca Juga: Temuan Pansus TRAP Banyak Pelanggaran Tata Ruang di Bali, Anggota DPR RI Senantara Akan Suarakan  ke Senayan

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sekitar pukul 00.30 Wita mereka berangkat menuju rumah apung menggunakan jukung sewaan yang dikemudikan Rois Akhmadi.

Saat hendak menerangi permukaan laut menggunakan lampu telepon genggam untuk melihat ikan, ponsel milik korban tiba-tiba terlepas akibat guncangan ombak dan jatuh ke laut.

Masalah muncul karena nomor kontak pengemudi jukung yang akan menjemput mereka tersimpan di ponsel tersebut.

Ketiga pemancing itu pun tidak memiliki cara untuk menghubungi pengemudi perahu agar kembali menjemput mereka. 

Dalam situasi tersebut, korban akhirnya menggunakan telepon genggam milik rekannya untuk menghubungi layanan darurat 110 Polresta Denpasar dan meminta bantuan.

Laporan yang diterima operator langsung diteruskan ke Pos Serangan Satpolairud Polresta Denpasar. Tanpa menunggu lama, personel yang sedang bertugas segera bergerak menuju lokasi.

Karena kondisi perairan saat itu kurang memungkinkan dilalui kapal patroli dan demi mempercepat waktu respons, petugas memanfaatkan boat sekoci milik warga setempat untuk melakukan penyelamatan.

Dua personel yang diterjunkan, yakni Aipda I Wayan Eka Suartama dan Bripda Ngakan Gede Agus Oka Purnama, bergerak menuju titik lokasi yang dibagikan korban melalui fitur berbagi lokasi.

Setelah menemukan rumah apung tersebut, petugas langsung mengevakuasi korban bersama dua rekannya menuju tepi pantai. Proses penyelamatan berlangsung lancar tanpa kendala berarti.

 Baca Juga: Prediksi Cuaca Bali, Hari Ini Selasa (31/3/2026) : Rerata Cerah Berawan

Ketiganya berhasil dibawa kembali ke daratan dalam keadaan sehat dan tidak mengalami luka-luka. Setelah dipastikan aman, mereka langsung pulang ke rumah masing-masing.

Kasi Humas Polresta Denpasar IPTU I Gede Adi Saputra Jaya mengapresiasi respons cepat personel Satpolairud yang sigap menindaklanjuti laporan masyarakat.

"Begitu laporan diterima, personel Satpolairud langsung bergerak cepat melakukan evakuasi sehingga korban bersama dua rekannya dapat diselamatkan dengan selamat," ujarnya.

Ia menegaskan keberadaan Call Center 110 menjadi sarana penting bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam kondisi darurat, termasuk saat beraktivitas di wilayah perairan.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan serta menyiapkan sarana komunikasi cadangan saat beraktivitas di laut guna mengantisipasi kejadian tak terduga. Pihaknya mengingatkan masyarakat agar selalu memperhatikan faktor keselamatan saat beraktivitas di perairan.

“Polri akan terus hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat selama 24 jam," pungkasnya.***

Editor : M.Ridwan
#Perairan Serangan #Rumah Apung #pemancing #radarbali