Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Keluarga Gelar Ritual Mecaru di Sungai Bubuh, Berharap Pembunuh Pak Man Colik Segera Terungkap

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Selasa, 7 Juli 2026 | 07:09 WIB

 

GELAR UPACARA : Sejumlah ritual digelar di lokasi tempat beredamnya korban sebelum ditemukan tidak bernyawa, tepatnya di kawasan aliran Sungai Bubuh, Pesona Lepang, Kecamatan Banjarangkan. (Dewa Ayu Pitri Arisanti)
GELAR UPACARA : Sejumlah ritual digelar di lokasi tempat beredamnya korban sebelum ditemukan tidak bernyawa, tepatnya di kawasan aliran Sungai Bubuh, Pesona Lepang, Kecamatan Banjarangkan. (Dewa Ayu Pitri Arisanti)

SEMARAPURA, Radar Bali.id – Misteri kematian pengusaha kuliner asal Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, I Nyoman Cita, 50, alias Man Colik  belum terungkap hingga saat ini.

Baca Juga: Misteri Meninggalnya n Colik: Pakaian dan Kalung Emas 70 Gram Raib, Keluarga Siapkan Ritual Pecaruan Salah Pati

Berkaitan dengan kematian Cita yang tidak wajar atau salah pati tersebut, pihak keluarga menggelar sejumlah ritual di lokasi tempat korban berendam, tepatnya di aliran Sungai Bubuh, Pesona Lepang, Banjarangkan, pada Senin, 6 Juli 2026.

Baca Juga: Polsek Nusa Penida Makamkan Jenazah Tanpa Identitas dari Pantai Ceningan

I Ketut Buda Ana, 42 adik korban membeberkan, sejumlah ritual yang dilakukan di sekitar lokasi berendamnya korban sebelum ditemukan tidak bernyawa tersebut, yakni nebusin, ngulapin, dan mecaru. Ritual nebusin digelar agar atma atau roh dari Cita tidak gentayangan di tempat tersebut dan kembali ke badan kasarnya.

Sementara ritual pecaruan digelar untuk menetralisasi energi negatif yang ada di lokasi akibat terjadinya peristiwa yang menewaskan korban.

Nebusin itu agar rohnya tidak di bawah (lokasi berendam, Red) dan menyatu ke badan kasarnya. Dan bisa mengungkap kasus sehingga pelaku pembunuhan segera tertangkap,” ujarnya pada sore Wita kemarin.

Tidak hanya menggelar pecaruan di dekat lokasi berendamnya korban sebelum ditemukan meninggal. Pecaruan juga digelar di sejumlah lokasi, di antaranya di kuburan, perempatan agung, dan pertigaan yang ada di Negari.

”Rencananya akan digelar pada Hari Kajeng Kliwon. Karena meninggalnya salah pati, sehingga harus dilakukan pecaruan sebelum menggelar pengabenan tanggal 24 Juli ini,” terangnya.

Lebih lanjut diungkapkannya, tidak hanya keluarga, warga yang mengenal sosok korban sangat berharap pelaku penusukan yang menyebabkan korban meninggal dunia segera tertangkap. Mengingat korban merupakan sosok yang mudah bergaul dan baik terhadap orang di sekitarnya.[*]

Editor : Hari Puspita
#upacara ngulapin #temuan jenazah #kematian #Banjarangkan Klungkung #pecaruan