Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Viral Beredar Video  Pengunjung Diusir, Begini Keterangan Pemilik Warung Pantai Blue Lagoon

Zulfika Rahman • Minggu, 12 Juli 2026 | 06:47 WIB
HEBOH GEGARA VIDEO VIRAL: Suasana di Pantai Blue Lagoon , Padangbai,Karangasem. (Zulfika Rahman)
HEBOH GEGARA VIDEO VIRAL: Suasana di Pantai Blue Lagoon , Padangbai,Karangasem. (Zulfika Rahman)

AMLAPURA, Radar Bali .id– Sebuah rekaman video pendek yang memperlihatkan curahan hati seorang pengunjung kalangan wisatawan domestik (wisdom) atau  wisatawan lokal (wislok) di objek wsiata Pantai Blue Lagoon, Padangbai, Karangasem, mendadak beredar luas dan  viral di jejaring media sosial (medsos). 

Baca Juga: Pantai Blue Lagoon, Salah Satu Spot Diving-Snorkeling Terbaik di Karangasem, Karangnya Indah yang Berbentuk Terasering

Dalam video tersebut, pengunggah menuding pemilik warung lokal di kawasan pantai telah mengusir dirinya bersama rombongan demi memberi ruang bagi wisatawan mancanegara.

Baca Juga: Cek Fakta! Meresahkan, Video Kapal Blue Lagoon yang Viral Dipastikan Hoaks, Bukan Tenggelam di Perairan Lembongan Bali

Dalam rekaman yang diambil dari area ketinggian tersebut, seorang perempuan terdengar meluapkan kekecewaannya. Pengunjung tersebut mengaku diusir saat hendak makan dan bersiap snorkeling, dengan alasan tempat duduk warung akan diperuntukkan bagi turis asing.

”Kami belum selesai makan sudah diangkat, mau snorkeling malah diusir. Pantesan sepi,” tutur suara wanita dalam video viral yang memicu polemik netizen tersebut.

Menanggapi narasi yang terlanjur bergulir liar di dunia maya, pemilik warung, Luh Putu Susiani, 45, akhirnya angkat bicara guna meluruskan duduk perkara yang sebenarnya. Susiani membeberkan bahwa riwayat kejadian sejatinya berlangsung pada pertengahan bulan lalu, tepatnya Senin (15/6/2026) sekitar pukul 12.30 Wita.

Kala itu, datang rombongan lima orang wisatawan domestik. Empat orang di antaranya memesan makanan dan minuman di warungnya, sedangkan satu orang lainnya memilih bersantai di area pasir pantai. ”Tiga orang memesan makanan dan minuman, sedangkan satu orang lagi hanya memesan minuman,” beber Susiani.

Selesai menyantap pesanan, keempat pengunjung tersebut lantas mengeluarkan seperangkat kartu remi yang mereka bawa sendiri, lalu bermain di meja warung sembari tertawa keras dalam durasi yang cukup lama.

”Saya tidak ada mengusir mereka sama sekali. Saya hanya meminta dengan sopan agar tidak bermain kartu terlalu lama di sana, apalagi hidangannya sudah lama selesai dimakan,” lugasnya.

Susiani menegaskan, permintaan tersebut didasari keterbatasan kapasitas meja makan di warung miliknya. Terlebih saat jam makan siang tersebut, kondisi pantai sedang ramai oleh lalu lalang pengunjung lokal maupun mancanegara yang hendak makan.

”Selama berdagang di sini, saya tidak pernah membeda-bedakan tamu. Mau wisatawan lokal atau wisatawan asing, semuanya saya perlakukannya sama,” sergah Susiani.

Ia menambahkan, usai disapa dan diberi pemahaman, keempat orang tersebut langsung membayar pesanan ke kasir, memanggil rekannya yang berada di pantai, lalu pergi begitu saja tanpa mengucap sepatah kata pun.

”Saya tidak menyangka sama sekali kalau kejadian itu divideokan lalu diviralkan, apalagi saya sendiri tidak main media sosial. Padahal tidak ada narasi pengusiran,” akunya.

Ia membeberkan, pola imbauan senada sudah umum diterapkan kepada pelanggan yang telah rampung makan agar bersedia berpindah duduk di kursi santai pinggir pantai bilamana warungnya sedang padat. Selama ini, pengunjung lain selalu kooperatif dan memahami situasi.

Meski sempat dirugikan oleh persepsi sepihak di media sosial, Susiani memetik hikmah dari insiden ini dan menjadikannya bahan evaluasi untuk lebih berhati-hati dalam bertutur kata saat melayani pembeli ke depannya. [*]

Editor : Hari Puspita
#wislok #wisman #Pantai Blue Lagoon #pariwisata #wisdom