Nasib pilu dialami I Komang Ariawan, seorang seniman karawitan asal Banjar Palak, Desa/Kecamatan Sukawati. Rumah tinggalnya yang berlokasi di Jalan Ciung Wanara dilalap si jago merah pada Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 20.30 Wita.
INI memang kenyataan suratan kenyataan yang tak diduga sama sekali. Musibah kebakaran tersebut terjadi saat Ariawan bersama anak sulungnya tampil mengiringi pementasan Baris Mebarung pada malam penutupan Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026.
Sementara itu, sang istri tengah berada di rumah orang tuanya lantaran kondisi kesehatan kurang fit.
Baca Juga: Ancaman Kebakaran Hutan Kintamani Mengintai, Bangli Masih Minim Armada Damkar dan Personel
Kebakaran pertama kali diketahui oleh saksi mata Komang Ardika. Saksi yang tinggal di kamar kos dekat lokasi kejadian mendadak mencium bau menyengat menyerupai ban terbakar.
Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Gianyar I Putu Yudanegara menyatakan, tim dari Pos Sukawati langsung dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api.
Baca Juga: Diduga Korsleting Listrik, Rumah Warga di Desa Menyali Ludes Terbakar, Segini Kerugiannya
”Saat petugas datang, api sudah berkobar cukup besar karena rumah dalam keadaan kosong. Proses penanganan intensif berlangsung sekitar 30 menit,” ujar Yudanegara. Api akhirnya berhasil dipadamkan secara total sekitar pukul 23.10 Wita.
Musibah ini membuat Komang Ariawan pasrah. ”Kemarin sedang pentas penutupan PKB, mengiringi kesenian Baris Mebarung. Saya berangkat sekitar pukul 15.00 Wita dan baru selesai tampil sekitar pukul 22.00 Wita. Pas pulang sampai di Desa Celuk, ada yang menelepon kalau rumah saya terbakar,” tutur Ariawan, Minggu (12/7/2026).
Setibanya di lokasi, Ariawan hanya bisa meratapi dua unit bangunan miliknya berukuran 10 x 10 meter dan 12 x 4 meter yang sudah hangus. Sebanyak empat kamar tidur beserta seluruh perabotan dan barang berharga ludes tanpa sisa, termasuk sebuah brankas besi tempat menyimpan harta benda.
”Sekarang sama sekali tidak ada tempat tidur. Celana dalam pun tidak tersisa,” ungkapnya getir. Satu-satunya dokumen yang berhasil diselamatkan dari puing-puing hanyalah paspor dan KTP yang kondisinya rusak terkena paparan panas.
Mengenai pemicu kebakaran, Ariawan mengaku masih bingung karena tidak ada aktivitas kelistrikan yang berisiko pada malam itu. ”Tidak tahu penyebabnya. Tidak ada mengisi daya baterai. Biasanya memang mengisi daya motor listrik, tapi saat kejadian tidak ada yang dicolok. Semua kabel di rumah juga baru diganti,” jelasnya.
Musibah ini mendapat perhatian langsung dari Anggota DPR RI Nyoman Parta. ”Tadi pas mengikuti acara jalan santai di Batuyang, saya dengar ada rumah seniman kita yang ludes terbakar saat yang bersangkutan sedang pentas di PKB. Jadi saya langsung ke sini melihat kondisinya,” kata politikus PDI Perjuangan tersebut.
Parta menegaskan bakal menggalang bantuan bagi korban. ”Komang Ariawan selama ini telah banyak mengabdi untuk pelestarian seni dan budaya, sehingga kita wajib memberikan perhatian ketika yang bersangkutan tertimpa musibah,” tegas Nyoman Parta. [*]
Editor : Hari Puspita