TABANAN, Radar Bali.id – Pelaksanaan Pemilu serentak 2024 telah tuntas dilaksanakan di Kabupaten Tabanan. Kini kabupaten yang dikenal dengan lumbung pangannya Bali dalam waktu dekat yakni sekitaran bulan Oktober bakal melakukan pemilihan kepala daerah (Pilkada).
Meski belum ada tokoh partai politik di Tabanan yang mengumumkan untuk mencalonkan diri sebagai calon bupati dan wakil Bupati Tabanan.
Namun calon incumbent I Komang Gede Sanjaya dan I Made Edi Wirawan atau Jaya-Wira berpeluang kembali untuk maju di Pilkada Tabanan Oktober mendatang.
Jika melihat kalkulasi kursi dari PDIP Tabanan yang berjumlah 31 kursi di DPRD Tabanan secara mutlak mampu mencalonkan satu paket pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Tabanan.
Meski alokasi kursi DPRD Tabanan mayoritas dari PDIP, tetap yang menentukan siapa calon kepala daerah adalah DPP PDIP Pusat. Hal itu diungkapkan oleh Kader Senior PDIP Tabanan I Made Arimbawa, Rabu kemarin (6/3/2024).
Mantan Ketua Fraksi DPRD Bali ini menyebut paslon Jaya-Wira yang kini sebagai incumbent memang berpeluang besar mencalonkan diri kembali. Apalagi telah banyak perubahan dan pembangunan dilakukan di Tabanan.
Hanya saja paket mana yang akan dilawan dalam Pilkada Tabanan pihaknya tidak mengetahui.
Jika mengacu pada aturan Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 tahun 2015 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2014 tentang pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota.
Syarat pencalonan kepala daerah paling sedikit telah memperoleh 20 persen kursi dari jumlah kursi yang ada di DPRD setempat.
Khusus di DPRD Tabanan sendiri ada sebanyak 40 kursi. Maka syarat minimalnya 8 kursi di DPRD untuk bisa mengusung calon kepala daerah.
Baca Juga: Koalisi Besar Sokong Prabowo, Golkar dan Gerindra Tabanan Bakal Gelar Pertemuan, Begini Prospeknya
“PDIP Tabanan memiliki 31 kursi di DPRD Tabanan sudah bisa mengusung paket. Sisanya 4 kursi diraih Golkar, 4 kursi diisi Gerindra dan satu kursi milik Demokrat bila berkoalisi (bergabung) bisa mengusung paket kepala daerah,” terang Arimbawa.
Disinggung apakah tidak ada kekhawatiran paslon incumbent Jaya-Wira akan melawan kontak kosong, mengingat dominasi PDIP di Tabanan cukup besar.
Arimbawa menjelaskan, jika berkaca pada pengalaman pilkada Tabanan dari zaman reformasi sampai sekarang. Kendati PDIP mayoritas kursi di DPRD Tabanan melawan kotak kosong di Pilkada tidak pernah terjadi.
Yang pasti selalu ada calon, yang diusung oleh partai lain. Entah itu koalisi gabungan atau nantinya ada calon independen nanti.
“Kalau di PDIP Tabanan kita tunggu saja rekomendasi dari DPP PDIP pusat untuk Pilkada Tabanan,” pungkasnya.
Sementara itu Sekretaris Golkar Tabanan I Made Asta Dharma mengatakan Golkar sejauh masih belum menentukan paslon untuk Pilkada Tabanan. Pihaknya masih melihat dan menganalisa dinamika politik.
Namun tidak menutup kemungkinan Golkar Tabanan bisa membuka ruang komunikasi dengan Partai Gerindra Tabanan. Apalagi saat Pilpres Golkar dan Gerindra berkoalisi.
“Sejauh ini komunikasi dengan Partai Gerindra Tabanan memang belum ada, tapi kami tunggu tetap arahan dari DPP Golkar pusat,” singkat pria yang juga Ketua Fraksi Golkar Tabanan.
Disisi lain Ketua DPC Gerindra Tabanan I Putu Gede Juliastrawan lebih memilih ogah berkomentar banyak soal Pilkada Tabanan.
“Soal Pilkada Tabanan, nanti habis hari raya baru saya jawab,” ucap pria yang akrab disapa Wawan.
Meski demikian, Wawan menyebut Gerindra membuka peluang komunikasi dan berkoalisi dengan partai manapun. Termasuk untuk Golkar Tabanan, bisa terjadi koalisi berlanjut di daerah, antara Gerindra dan Golkar sama terjadi di pusat saat Pilpres.“Saya tunggu arahan dan komandan pusat, politik itu fleksibel,” tungkasnya. [*]
Editor : Hari Puspita