NEGARA, Radar Bali.id- Ketua DPC PDIP Jembrana I Made Kembang Hartawan mengatakan, Partai Golkar merupakan saudara tua, saudara kandung lahir bersama di zaman Orde Baru dan reformasi.
"Banyak romantika yang sudah kita lalu bersama Partai Golkar," ujarnya, didampingi sekretaris DPC PDIP Jembrana Ni Made Sri Sutharmi.
Sebelum bertemu secara resmi dengan pimpinan Partai Golkar Jembrana di kantor DPC PDIP Jembrana, sudah sempat komunikasi informal. "Tentu dengan harapan PDIP, juga ke depan bisa bersama (Partai Golkar) dalam satu tarikan nafas perjuangan memenangkan pilkada," tegasnya.
Kembang menegaskan, PDIP sangat terbuka berkoalisi dengan partai lain. Karena sudah belajar dari pengalaman, sudah pernah kalah bertarung sendiri pada pilbup Jembrana 2020.
"Ini pengalaman buat kami, bahwa membangun Jembrana harus bersama - sama. Kami buka pintu yang seluas -luasnya koalisi. Apalagi dengan Partai Golkar, saudara kandung dan pemenang kedua (di DPRD Jembrana)," ungkapnya.
Apabila koalisi PDIP dan Partai Golkar terjadi di pilbup Jembrana, maka sejarah di Bali terukir kekuatan besar yang tergabung dalam koalisi merah dan kuning.
"Astungkara ada juga partai lain yang mau bergabung dalam koalisi ini, sehingga kekuatan lebih besar membangun Jembrana," tegasnya.
Karena itu, Kembang berharap pertemuan dengan Partai Golkar ini berlanjut hingga lahir kesepakatan membentuk koalisi merah dan kuning. "Kita baru komunikasi awal, tentu ada komunikasi berikutnya dan kami sampaikan kepada dewan pimpinan partai tingkat provinsi," ujarnya.
Namun yang jelas, PDIP Jembrana ingin bersama dengan Partai Golkar menghadapi Pilbup 2024. Diharapkan, komunikasi pengurus Partai Golkar sama bahasanya dengan konstituen di masyarakat, serta simpatisan PDIP di bawah. "Ini untuk kemenangan bersama, bukan PDIP atau Partai Golkar," ungkapnya.
Meksipun PDIP dan Partai Golkar sudah menyampaikan mengenai kandidat survei, belum mengarah kepada bakal calon masing - masing. Namun intinya, kedua partai sama-sama membuka koalisi. [*]
Editor : Hari Puspita