DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Debat publik kedua pemilihan kepala daerah (pilkada) dengan tema Menyikapi Dinamika Otonomi Daerah di Bali” di The Meru, Sanur Sabtu (9/11) berlangsung hangat.
Acara dimulai pukul 20.00 disiarkan di televisi nasional. Paslon 01 Made Muliawan Arya (De Gadjah) dan Putu Agus Suradnyana (PAS) atau disingkat Mulia-PAS memakai pakaian adat warna biru
Sedangkan paslon 02 Wayan Koster dan I Nyoman Giri Prasta atau Koster-Giri dengan pakaian adat, Koster berkemeja putih dan Giri dengan safari hitam.
Adapun dari tema tersebu, terdapat lima sub tema, yakni: Hubungan pusat daerah; Pajak dan retribusi daerah; Collaborative governance (pentahelix); Inovasi daerah dalam menggali sumber-sumber pendapatan asli daerah, dan pembangunan sumber daya manusia
Paslon 01 mendapat kesempatan dalam memaparkan visi dan misi sesuai dengan tema. Disampaikan oleh Cagub 01 Made Muliawan Arya (De Gadjah) hubungan daerah dan pusat harus harmonis di tengah masalah fiskal Pemerintah Provinsi Bali. Jika sebaliknya tidak harmonis akan menyulitkan menjalan progran kerja dan pembangunan infrakstur di Bali.
"Satu jalur adalah langkah praktis yang bermanfaat bagi Bali di tengah di kondisi fiskal yang sedang tidak sehat," katanya
Dalam sektor perikanan, Mulia-PAS berencana untuk memanfaatkan jarak 12 mil laut yang merupakan kewenangan Pemprov Bali untuk mengembangkan potensi perikanan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan, sekaligus menambah PAD.
Sementara itu, paslon 02 disampaikan oleh Cagub Wayan Koster mengenai keuangan daerah akan menggali di luar APBN atau APBD untuk menambah pendapatan asli daerah (PAD). Salah satunya dengan beroperasinya tower turyapada di Buleleng yang merupakan pemancar siaran televisi dan internet ini akan menghasilkan pendapatan Rp 100 miliar. Tidak hanya itu, saat Koster menjabat gubernur 2018-2023 membuat Bali Development Fund. Koster-Giri akan melanjutkan dengan program itu menambah keuangan daerah.
”Bali Develpoment fund menampung hibah,” jelasnya.
Pertanyaan pertama dari panelis mengenai kekurangan air di Bali. Koster yang menjawab pertama, akan berjanji menuntaskan kekeringan di Karangasem dan Buleleng dengan program pipanisasi.
”Pipanisasi kekeringan di kubu tuntas. Buleleng di Tejakula kesulitan air, tapi buleleng ada bendungan tamblang bisa disalurkan.Buleleng dan Karangasem tidak akan kesulitan air bersih. Menghasilkan pangan bali berdaulat di bidang pangan,”jelasnya.
Sementara itu, dari paslon 01 De Gadjah akan berkomitmen mengembalikan reboisasi yang tidak pernah dilakukan dan membuat biopori massal di hotel diwajibkan membuat biopori.”Diwajibkan sekian persen(biopori) dari jumlah bangunannya,”jelasnya.
Selain itu, Mulia-PAS akan mengubah air laut menjadi air tawar pembiayaan dari hotel tersebut. Selain itu, pasangan yang diusung i Koalisi Indonesia Maju (KIM) akan membuat gorong-gorong tempat penampunagan air hujan."Kami instruksikan masyarakat menanam biopori massal. Tentunya air laut kita ubah menjadi air tawar di mana pembiayaan dilakukan hotel tersebut," jelas De Gadjah.
Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan mengatakan dalam sambutannya, debat menjadi bagian sosialisasi, juga merinci visi dan misi serta program kerja untuk lima tahun ke depan.”Mau dibawa kemana Bali ini. Yang terpenting masyarakat kita diberikan pendidikan politik yang baik. Semoga Bali bisa menjadi percontohan demokrasi,”terangnya.
Tambah Lidartawan, dalam jingle KPU Bali liriknya kita semua menjaga Bali saya berharap kita semua menjaga Bali supaya Santhi lan jagaditha"? Mantan Ketua KPUD Bangli mengatakan, diharapkan semua menjaga Bali. Pertanyaan dari panelis dijamin kerahasiaanya karena langsung diserahkan saat pembukaan debat kemarin. ***
Editor : M.Ridwan