DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Bali yang rencananya akan digelar pada Minggu 13 Juli 2025 mendatang, suhu politik di tubuh Partai Beringin Pulau Dewata kian panas.
Untuk meredamnya, sejumlah kader Golkar Bali mengusulkan kader muda untuk calon alternatif sebagai jalan tengah dalam ajang pemilihan Ketua DPD Golkar Bali.
Aspirasi kader muda Golkar untuk dipilih sebagai nahkoda dalam memimpin partai berlambang pohon beringin ini pun terus bermunculan ditengah perseteruan panas calon Ketua DPD Golkar Bali dua tokoh senior Golkar Bali yang berseteru antara Gede Sumarjaya Linggih (GSL) alias Demer dengan Dr. Nyoman Sugawa Korry (SGK) yang berebut posisi Ketua DPD Golkar Bali.
Sejumlah kader Golkar mengusulkan salah satu kader muda Golkar yakni Dr. Nyoman Diana, SE, MM yang dikenal sebagai pemilik Kampus Indiana dan agency PT Lawu Agung/CTI ASIA perusahan pengirim tenaga kerja/PMI ke kapal pesiar dunia dan land base Eropa dan Amerika.
Nyoman Diana, dinilai tokoh muda independent yang memiliki jejak rekam yang jelas dalam karir politik dan loyal terhadap Partai Golkar serta mendedikasikan diri secara totalitas mengabdi buat organisasi.
Dukungan bagi tokoh muda pimpin Golkar Bali kali ini disuarakan oleah Wakil Bendahara Bidang Opini Publik DPD II Golkar Tabanan, Dr. Ir. I Made Wijaya Kusuma, M.AP, C.ATMI, C.NNLP. CH, C.Me. Menurut Dosen Ekonomi dan Fisipol ini, Partai Golkar selama ini adalah partai yang terbuka yang tidak dimiliki oleh seseorang founder atau figur seperti partai lainnya.
"Di Golkar siapa saja bisa menjadi pemimpin atau ketua yang mempunyai tujuan memajukan dan membesarkan partai secara nasional maupun daerah," kata Made Wijaya.
Mantan GM Hotel Bintang 5 menyebut Partai Golkar menjunjung tinggi sistem demokrasi yang kuat dan terbuka di jaman keterbukaan serta transparansi partai saat ini di Indonesia.
Baginya, bila terdengar saat ini di permukaan ada calon Ketua DPD Golkar Bali yang sedang memanas yang mungkin karena faktor pribadi atau kepentingan yang pada nantinya bisa mendowngrade atau menurunkan keutuhan dan kemajuan Partai Golkar khususnya di Bali.
"Dalam Musda Golkar Bali kali ini perlu dimunculkan kader muda yang potensial dan memiliki integritas yang akan membawa Partai Golkar di Bali untuk membangun konsolidasi internal secara independen," saran Made Wijaya.
Mantan Caleg DPRD Provinsi Bali dari Partai Golkar meyakini Partai Golkar Bali akan memberikan serta mendorong kader muda yang juga Kader Golkar potensial serta loyal dan setia untuk memimpin Golkar Bali ke depan.
Apalagi, menurut Made Wijaya, sudah saatnya Golkar Bali melakukan kaderisasi yang sehat dan memberikan golongan muda untuk berkontribusi memajukan Partai Golkar khususnya di Bali.
"Seperti contoh nyata dalam pemerintahan RI, Wakil Presiden dari kalangan muda yang akan membawa estafet tampuk pimpinan negara di masa depan," ucapnya memberi contoh.
Made Wijaya yang juga dikenal sebagai praktisi pariwisata ini juga meyakini bila Golkar memberikan kesempatan kaum muda sebagai pemimpin Golkar Bali akan berdampak signifikan terhadap kemajuan anak muda Bali ikut berpolitik praktis karena pemimpinnya orang muda.
Pemimpin Golkar dari kaum muda Bali akan dapat membawa perubahan di jaman perkembangan perpolitikan indonesia yang sangat dinamis saat ini.
"Ayo Golkar Bali berikan kesempatan dan dorong anak muda memimpin Golkar di Bali yang sekaligus nanti sebagai pemersatu kubu calon ketua yang mungkin sedang hangat-hangatnya bersebrangan," ajak Made Wijaya yang juga dikenal sebagai legal lawyer tersebut.
Banyaknya mulai bermunculan kader Golkar yang menginginkannya sebagai calon Ketua DPD Golkar Bali mewakili kaum muda, Dr. I Nyoman Diana, SE, MM yang dikenal sebagai pemilik Kampus Indiana dan agency PT Lawu Agung/CTI ASIA perusahan pengirim tenaga kerja/PMI ke kapal pesiar dunia dan land base Eropa dan Amerika ini mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan dan dorongan dari pengurus dan tokoh senior dan muda Partai Golkar Bali.
"Bagi saya dukungan ini menjadi semangat dan motivasi bagi saya untuk siap mengemban amanah sebagai ketua DPD Golkar Bali, demi membawa partai Golkar ini ke arah yang lebih baik dan relevan dengan tantangan zaman," ucap Nyoman Diana yang dikenal sebagai kader Golkar Bali yang lama berkecimpung sebagai pengusaha properti ini.
Pasca batalnya Musda, Nyoman Diana yang dikenal Doktor lulusan UNHI ini melihat hal ini sebagai kesempatan untuk melakukan konsolidasi internal yang lebih matang. Menurutnya, generasi muda Partai Golkar memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi nyata.
"Kami siap berkolaborasi dengan semua elemen partai, dari senior hingga milenial untuk membangun Partai Golkar yang modern, inklusif, dan mampu menjawab aspirasi masyarakat Bali," ungkap Nyoman Diana yang menjadi Ketua Koperasi SGK.
Prioritas utama Nyoman Diana jika dipercaya memimpin Partai Golkar Bali, adalah revitalisasi, penguatan kaderisasi, dan pemanfaatan teknologi untuk menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
"Kami akan fokus pada program-program yang pro rakyat, terutama dalam menghadapi dinamika sosial dan ekonomi di Bali," terang Nyoman Diana dikenal sebagai Ketua BP2TKI tersebut.
Editor : Rosihan Anwar