Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Antiklimaks! Rencana Demo Pemakzulan Bupati Pati Julid 2 Batal, Inisiator Menyatakan Sudah Berdamai, Ini Pengakuannya

Hari Puspita • Rabu, 20 Agustus 2025 | 17:27 WIB
BATAL DIDEMO LAGI JILID 2: Bupati Pati Sudewo (foto: Andre Fadhil Falah/Radar Kudus/JawaPos.com)
BATAL DIDEMO LAGI JILID 2: Bupati Pati Sudewo (foto: Andre Fadhil Falah/Radar Kudus/JawaPos.com)

 

RadarBali.id – Rencana demonstrasi pemakzulan Bupati Pati Sudewo jilid 2 yang sedianya digelar pada 25 Agustus dipastikan batal. Pembatalan ini dilakukan setelah inisiator demo, Ahmad Husain Hafid, mengaku telah berdamai dengan Bupati Sudewo.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa ini menuntut Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati agar segera menyelesaikan pembahasan Hak Angket Pemakzulan Bupati. Namun, Aliansi Masyarakat Pati Timur Bersatu kini membatalkan rencana tersebut.

"Aliansi Masyarakat Pati Timur Bersatu menyatakan demo tanggal 25 batal. Saya sudah tidak berkecimpung di situ lagi. Tadi masyarakat sudah saya kasih tahu kalau tanggal 25 batal," ungkap Husain saat dihubungi awak media pada Selasa (19/8/2025).

Husain menjelaskan, pembatalan ini diambil karena ia menilai pergerakan massa sudah menyimpang dari tuntutan awal mereka. Tuntutan awal unjuk rasa adalah menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen. Namun, ia melihat ada unsur politis yang menunggangi pergerakan tersebut.

"Ya, kayak-kayak ditunggangi politik. Kalau saya dari awal kan riil dari masyarakat. Makanya dari situ saya langsung, lebih baik membatalkan ketimbang saya cuma buat jembatan aja dan dia ditunggangi politik," jelasnya.

Husain menyadari keputusannya ini berpotensi menimbulkan tuduhan bahwa ia menerima uang atau suap dari Sudewo. Meski demikian, ia menegaskan tidak mempedulikan tuduhan tersebut. "Biarin, yang penting besok kelihatan. Omahku, ya jelek kok," tegas Husain.

Berdamai Lewat Panggilan Video

Husain juga membenarkan adanya tangkapan layar panggilan video dirinya dengan Bupati Sudewo yang beredar luas. Ia mengaku panggilan video tersebut terjadi pada Selasa (19/8/2025) sekitar pukul 14.20 WIB.

Menurut Husain, ia terlebih dulu menghubungi Bupati Sudewo yang saat itu berada di Pendopo Pati. "Aku (sudah) video call-an sama Pak Bupati, dan aspirasi-aspirasi saya diterima Pak Bupati," katanya.

Dalam percakapan tersebut, Husain menyampaikan aspirasi agar Bupati Sudewo lebih maksimal dalam pembangunan.

"Dari bawah ibaratnya, kepala desa saya suruh tekan Pak Bupati, itu pembangunannya maksimal, biar tahun ini mbangun, tahun depan dana desanya buat yang lain," bebernya.

Husain kembali menegaskan bahwa ia sudah berdamai secara pribadi dan tidak lagi menuntut Sudewo untuk lengser. Ia mempersilakan Sudewo melanjutkan kepemimpinannya, asalkan menyerap aspirasi warga. "Aku lebih suka pemimpin yang benar-benar merangkul masyarakat. Dan Pak Sudewo tadi sudah membuktikan," pungkasnya.[dirangkum dari berbagai sumber/JPG]

 

Editor : Hari Puspita
#Bupati sudewo #bupati pati #pemakzulan #Aliansi Masyarakat Pati Timur Bersatu