DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan di tengah situasi darurat sampah, kader Gerindra Badung turun ke Pantai Legian pada Kamis (6/3).
Aksi ini menggandeng warga, pelaku usaha, stakeholders pariwisata, Beach Cleaner (BC), hingga pedagang pantai untuk menjaga pesona Pantai Legian agar tetap bersih.
Ketua DPD Gerindra Bali, Made Muliawan Arya (De Gadjah), memimpin langsung gerakan bersih-bersih ini.
Turut hadir pula kader Gerindra lainnya, yaitu Anggota DPRD Badung I Wayan Puspa Negara, Ketua DPC Gerindra Badung Wayan Disel Astawa, serta Sekretaris DPD Gerindra Bali Kadek Budi Prasetya "Rambo"
Pemandangan tumpukan sampah yang menggunung pada Kamis pagi tersebut sangat memprihatinkan. De Gadjah menyatakan bahwa permasalahan sampah di Bali yang tak kunjung selesai yang sangat menyedihkan.
Meski fenomena ini sering disebut sebagai "sampah kiriman", dia berpendapat bahwa antisipasi matang harus tetap dilakukan karena kejadian ini berulang setiap tahun.
Ia mencontohkan inovasi di Jepang dalam menghadapi bencana. "Seperti Jepang yang rawan gempa, saking seringnya ada gempa, mereka justru berinovasi menciptakan rumah anti gempa," ucap De Gadjah.
Gerakan bersih-bersih lingkungan ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto selaku Ketua Umum Partai Gerindra. De Gadjah meyakini Presiden akan sedih melihat pantai di Bali terkepung tumpukan sampah.
"Bukan ironis lagi, tapi sedih dan marah. Ini sebenarnya kendala tahun ke tahun saat angin kencang, harusnya sudah ada solusi yang dilakukan," imbuh pria yang juga menjabat Ketua Pertina Bali ini.
Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar ini menekankan bahwa urusan sampah harus ditangani bersama oleh pemerintah, masyarakat, desa adat, hingga pemerintah pusat.
Menurutnya, perlu ada gebrakan berani untuk keluar dari zona nyaman guna menciptakan perubahan nyata bagi lingkungan.
Aksi bersih-bersih ini dipastikan akan terus berlanjut karena telah menjadi instruksi pusat. "Kami kader Gerindra diwajibkan melakukan kegiatan bersih-bersih di mana pun, tidak sebatas tempat umum saja.
Di lingkungan rumah, di mana pun. Yang penting rutin, minimal seminggu sekali," jelasnya.
Warga yang beraktivitas di sekitar pantai sepanjang 1,6 kilometer tersebut tampak sangat bersemangat menyisir tumpukan sampah bersama para kader.
Sebagai bentuk kepedulian tambahan, Gerindra juga membagikan paket beras kepada para lansia yang hadir di lokasi kegiatan.
Sementara itu, I Wayan Puspa Negara, Dewan asal Legian ini mengaku kondisi normal di luar musim angin barat, kawasan Pantai Legian relatif bersih karena adanya keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga kebersihan.
Tidak kemarin saja, sebagai kader Gerindra dirinya juga rutin menggelar kerja bakti bersama stakeholder.
”Kalau kondisi tidak musim angin barat, pantai kita pasti bersih ya. Karena kita melibatkan tenaga pantai, masyarakat, stakeholder, dan kami sudah 5 tahun bersih-bersih pantai rutin sebagai kader Gerindra.
Diperintah atau tidak diperintah, karena lingkungan adalah isu strategis dan kami menyadari lingkungan harus dijaga ekosistemnya,” ujarnya.
Lanjut Puspa, kondisi di Pantai Legian saat musim angin barat, volume sampah meningkat signifikan. Pria yang juga Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung itu menyebut sepanjang garis Pantai Legian sekitar 1,6 kilometer dapat menerima puluhan ton sampah setiap hari.
”Setiap hari itu menepi antara 20 sampai 25 ton sampah. Dan ini memang sangat sulit buat kita karena sampah ini tidak bisa diurai, tidak bisa kita pilah karena dia amis dan berkolaborasi dari berbagai kontur sampah.
Kalau kita lihat dari tipikal yang datang, ini dari berbagai daerah dilihat dari merek-merek yang terdampar gitu ya,” tandasnya.
Editor : Rosihan Anwar