KEROBOKAN, radarbali.id– Kandang Bali United Basketball, GOR Purna Krida di Kerobokan, Kuta Utara Badung, Bali terbakar.
Sejumlah pihak pun turut perihatin dengan musibah tersebut. Salah satunya datang dari KONI Badung. Pihaknya berharap Gedung yang baru dibangun tersebut bisa segera diperbaiki.
“Ya kami dari KONI Badung prihatin aja. Sebab baru saja habis di renovasi dengan anggran tahun 2023. Risikonya banyak cabor tidak dapat memanfaatkan GOR itu lagi dalam waktu tertentu. Semoga segera dapat diperbaiki lagi,” kata Ketua Umum KONI Badung, I Made Nariana.
Sebagaimana diketahui, kejadian kebakaran tersebut terjadi saat sesi latihan skuad Tridatu Warriors tengah berlangsung pada hari Rabu (24/1) pagi tadi.
Awal kejadian sekitar jam 9 pagi saat anak asuh Anthony Garbelotto baru memulai sesi latihan pagi usai pulang dari Bogor menghadai Borneo Hornbills.
Dugaan sementara memang terjadi permasalahan di area listrik dalam gor yang sering dipakai ajang DBL anak-anak sekolahan di Bali tersebut.
“Kami memulai latihan seperti biasa jam 9 pagi dengan diawali video briefing di loker room terus tiba-tiba mati lampu yang pertama. Kemudian kami bergeser ke arena lapangan untuk mulai latihan dan kondisi listrik mulai menyala," tutur Abraham Wenas, pemain Bali United Basketball, saat diminta keterangan.
"Sekitar 15 hingga 20 menit kemudian kembali mati listrik kedua. Tidak lama kemudian mulai terlihat ada api kecil dari atas atap dan latihan dihentikan untuk keluar dari gor,” tukas Abraham Wenas.
Dari kejadian ini tidak ada korban jiwa dan seluruh pemain dan juga official tim dalam keadaan sehat dan aman dari musibah ini.
Sementara itu, pihak manajemen pun akan melakukan langkah lebih lanjut terkait kejadian ini mengingat laga lanjutan kandang di IBL akan berlangsung hari Sabtu (3/2/2024) mendatang menghadapi Prawira Harum Bandung.
"Gor Purna Krida sebagai homebase Bali United Basketball di ajang IBL 2024 mengalami Force Majeure hari ini. Dugaan sementara karena konsleting listrik di area venue. Semua akan dikomunikasikan terlebih dahulu dengan tim pelatih dan juga pihak IBL melihat situasi di venue pasca kejadian ini," jelas manajer Bali United Basketball, Sigit Sugiantoro.***
Editor : M.Ridwan