TABANAN, Radar Bali.id - Belasan negara yang berada di Asia berlaga mengikuti kejuaraan Asian Vovinam Championship 2024 Ke-5.
Vovinam Championship untuk kedua kali berlangsung di GOR Debes Tabanan, sebelumnya pernah digelar pada tahun 2018 lalu.
Pantauan di GOR Debes kejuaraan Asian Vovinam Championship dibuka secara langsung oleh Bupati Tabanan, juga dihadiri oleh sejumlah delegasi olahraga Vovinam Asia.
Baca Juga: Sabet Dua Medali Emas, Atlet Vovinam Asal Tabanan Bakal Panen Bonus
Ketua Koni Tabanan I Made Nurbawa yang juga Ketua Panitia Asian Vovinam Championship 2024 mengatakan pertandingan bela diri asal Vietnam bakal berlangsung selama ini dilangsungkan selama enam hari. Mulai dari 17-23 Desember mendatang.
Dalam kejuaraan Asian Vovinam Championship ini melibatkan 16 negara Asia. Seperti Indonesia sebagai tuan rumah, Vietnam, Kamboja, Myanmar, Filipina, Jepang, China, Irak, Timor Leste, India, Korea Selatan, Pakistan, Iran, Nepal, Kyrgyzstan dan Afghanistan.
Hanya dari 16 negara yang mendaftarkan diri. Dua negara belum bisa datang yakni Negara Irak dan Afganistan.
"Kedua negara ini absen tidak hadir, karena terbentur masalah visa," ucapnya.
Kendati dua negara tidak bisa ikut dalam kejuaraan Asian Vovinam Championship. Pertandingan olahraga ini tetap bisa berjalan.
Dalam kejuaraan Vovinam Championship tingkat Asia ini mempertandingkan 31 kelas terdiri dari sembilan nomor fight (petarung) dan 22 kategori perform alias seni yang diperebutkan. Dengan atletnya yang bertanding secara keseluruhan sebanyak 151 atlet.
"Saat ini Vietnam menjadi negara peserta terbanyak yang mengirimkan atlet dan bertanding pada semua kategori kelas Vovinam. Dengan 30 orang atlet dikirim," ungkapnya.
Untuk target juara Indonesia menarget berada di tiga besar. "Target kami berada diposisi tiga 3 besar untuk Indonesia," pungkasnya.
Sementara itu Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengatakan bahwa olahraga kejuaraan Asian Vovinam Championship yang diikuti 16 negara bukan hanya menikmati laga atau pertandingan olahraga.
Melainkan pula kejuaraan ini berdampak pula terhadap ekonomi di Tabanan. Pasalnya sejumlah negara-negara yang bertanding pada Asian Vovinam Championship menginap di villa dan hotel-hotel di Tabanan. Sehingga dampaknya pula pada pariwisata di Tabanan
"Penginapan, transportasi, kuliner dan obyek wisata sangat terdampak. Karena dari panitia penyelenggara menyebut semua negara menginap di sejumlah hotel di Tabanan," ucapnya.
Tidak salah konsep olahraga itu sport tourism di Tabanan bisa berjalan, dimana pariwisata berbasis olahraga.
Kedepan pihaknya berharap terhadap cabang olahraga (cabor) lainnya untuk membuat sebuah ivent-ivent atau kejuaraan olahraga tingkat nasional.
"Kami akan mendukung, dengan komitmen sarana dan prasarana olahraga yang menunjang kegiatan olahraga. Karena imbas juga terhadap ekonomi di Tabanan," tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita