Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Laga Kedua Turnamen All Indonesian 2025 : Bali United Kalah Lagi

I Wayan Widyantara • Selasa, 19 Agustus 2025 | 16:08 WIB
TAMPIL NGOTOT : Ida Bagus Ananta Wisnu Putra atau yang akrab disapa Gusnanta (merah) tampil baik di laga melawan Hang Tuah.( Foto Bali United Basketball)
TAMPIL NGOTOT : Ida Bagus Ananta Wisnu Putra atau yang akrab disapa Gusnanta (merah) tampil baik di laga melawan Hang Tuah.( Foto Bali United Basketball)

 

SOLO, Radar Bali.id – Harapan Bali United Basketball untuk bangkit di laga kedua Turnamen All Indonesian 2025 harus pupus setelah kembali menelan kekalahan. Kali ini, mereka kalah tipis 51-56 dari Hang Tuah Jakarta dalam pertandingan yang digelar di GOR Mahanan, Solo, Senin (18/8/2025) siang kemarin.

Bali United sebenarnya sempat unggul tipis di babak pertama dengan skor 30-29, menunjukkan peningkatan dibandingkan penampilan mereka di laga perdana. Namun, inkonsistensi permainan di kuarter akhir kembali menjadi momok, membuat kemenangan lepas dari genggaman.

Kekalahan ini membuat Bali United mencatatkan dua kekalahan beruntun dan kini semakin tertinggal di klasemen Grup B. Sebelumnya, mereka juga takluk dari Pelita Jaya Basketball Jakarta dengan skor 64-80 pada laga pembuka.

Dalam pertandingan melawan Hangtuah, Bali United tampil lebih disiplin di babak pertama. Tim asuhan pelatih I Gusti Ngurah Rusta Wijaya—akrab disapa Coach Rusta—berhasil menahan laju serangan Hangtuah dan unggul satu poin saat jeda paruh waktu.

Namun, memasuki kuarter ketiga dan keempat, permainan Bali United mulai menurun. Serangkaian kesalahan sendiri, termasuk turnover dan miss communication di lini belakang, berhasil dimanfaatkan oleh Hang Tuah untuk membalikkan keadaan.

Hangtuah tampil lebih efisien dan tenang di akhir laga. Mereka mampu mencetak poin-poin penting dari fast break dan second chance, memanfaatkan setiap kelengahan pemain Bali United.

”Hasil yang mengecewakan sebagai pelatih, kita tidak bermain konsisten. Saat bermain secara tim, mereka bisa bermain layaknya tim super, tapi di akhir pertandingan momentum kemenangan hilang karena kesalahan-kesalahan sendiri," ujar Coach Rusta seusai laga saat dihubungi koran ini.

Meski kalah, Bali United tetap menunjukkan sejumlah catatan positif. Salah satunya adalah penampilan solid dari bigman muda, Ida Bagus Ananta Wisnu Putra atau yang akrab disapa Gusnanta. Pemain ini kembali menunjukkan kontribusi besar di kedua sisi lapangan.

Coach Rusta pun memberikan pujian langsung kepada anak asuhnya itu. ”Saya memuji Gusnanta, dia bermain sangat bagus, memberikan yang terbaik untuk tim," ucapnya.

Dengan hasil ini, Bali United makin tertinggal di klasemen Grup B, yang dihuni oleh tim-tim kuat seperti Pelita Jaya, RANS Simba Bogor, dan Kesatria Bengawan Solo. Sementara Hang Tuah kini memimpin klasemen sementara dengan dua kemenangan dari dua laga—termasuk kemenangan 80-58 atas Kesatria di laga perdana.

Turnamen All Indonesian 2025 menggunakan format round robin di babak grup. Artinya, Bali United masih memiliki tiga pertandingan tersisa untuk memperbaiki posisi. Coach Rusta pun berharap anak-anak asuhnya bisa bangkit.

Next game kita perbaiki lagi agar tidak kejadian terulang. Sisa tiga game, saya harap anak-anak bisa sapu bersih," katanya optimistis.

Secara keseluruhan, Bali United menunjukkan potensi dalam membangun tim baru pasca kepergian sejumlah pemain senior. Namun, chemistry antar pemain tampaknya masih belum sepenuhnya terbentuk.

Pemain-pemain seperti Adrien Chalias, Irvine Kurniawan, dan Lutfi Eka Koswara perlu lebih terlibat dalam distribusi bola dan pengambilan keputusan penting di waktu krusial. Terutama saat menghadapi tekanan dari lawan yang lebih berpengalaman.

Dari sisi pelatih, Coach Rusta tampaknya masih mencari komposisi ideal dalam rotasi pemain. Keputusan-keputusan strategis di akhir kuarter menjadi hal krusial yang harus segera dibenahi.

Bali United dijadwalkan menghadapi Satya Wacana Salatiga di laga ketiga mereka. Laga ini bisa menjadi momen kebangkitan, mengingat Satya Wacana juga bukan tim unggulan di Grup B. Namun, jika kesalahan serupa kembali terulang, peluang untuk melaju ke fase berikutnya akan semakin mengecil. [*]

 

 

Editor : Hari Puspita
#GOR Manahan Solo #Turnamen #bali united basket ball