RadarBali.id- Kekalahan kedua Timnas Indonesi, 1-0 dari Irak dini hari tadi akhirnya datang juga. Setelah sebelumnya kalah 2-3 dari Arab Saudi, di Stadion King Abdullah Sport City.
Di Jeddah, sebagaimana tampak di layar kaca dan di media sosial, sebagian suporter Timnas Indonesia pun meneriakkan nama Shin Tae yong.
Tagar kemarahan yang muncul di media sosial (medsos) menunjukkan bahwa kekecewaan yang tinggi dari suporter, dan kritik tersebut diarahkan kepada dua pihak utama, yakni Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert dan Ketua PSSI, Erick Thohir.
Kekecewaan pendukung Timnas Indonesia sejatinya sudah membuncah sejak Erick Thohir mendepak pelatih Timnas Indonesia sebelumnya, Shin Tae-yong, pada Senin, 6 Januari 2025 lalu. (9/20/2025)
Kritik untuk Patrick Kluivert (#PatrickOut)
- Kritik ini fokus pada kinerja tim yang menurun sejak ia menjabat, terutama dalam dua laga penentuan di ronde keempat kualifikasi.
- Netizen mempertanyakan keputusan taktisnya, pemilihan pemain, serta kemampuan membaca jalannya pertandingan dan merespons dengan pergantian yang tepat.
- Desakan untuk pemecatan (Kluivert Out) muncul sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap hasil akhir yang gagal membawa Indonesia ke Piala Dunia.
Kritik untuk Erick Thohir (#ErickOut)
- Kritik terhadap Ketua Umum PSSI ini datang karena Erick Thohir dianggap bertanggung jawab atas kebijakan strategis PSSI, termasuk penunjukan Patrick Kluivert sebagai pelatih, di Tengah jalan. Padahal STY telah bersusah payah dan dinilai lebih paham terhadap tim.
- Tidak adanya target lolos dan mengganti STY dengan Patrick Kluivert sebagai Tindakan yang tidak fairplay sebagai pimpinan federasi.
- Pengadaan pemain naturalisasi/diaspora yang masif diharapkan membawa perubahan instan. Kegagalan ini memicu pertanyaan tentang efektivitas investasi tersebut dan perencanaan jangka panjang PSSI. Kritik ini adalah manifestasi dari anggapan bahwa "proyek" besar ini (termasuk program naturalisasi) gagal memenuhi target ambisius, sehingga perlu evaluasi total di tingkat kepemimpinan.[dirangkum dari berbagai sumber*]
Editor : Hari Puspita