RADAR BALI-Pertarungan sengit di pekan ke-13 Super League 2025-2026 akan tersaji di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, saat tuan rumah Bali United menjamu Persis Solo pada Minggu (23/11) besok.
Laga ini mempertemukan dua tim dengan posisi kontras di klasemen sementara: Bali United yang berjuang merangsek ke sepuluh besar dan Persis Solo yang mati-matian melepaskan diri dari jurang degradasi.
Saat ini, Bali United berada di peringkat 11 dengan koleksi 13 poin dari 11 pertandingan.
Sementara tamunya, Persis Solo, terperosok di dasar klasemen, menempati peringkat 18 dengan hanya mengantongi 6 poin dari jumlah laga yang sama.
Kemenangan bagi Bali United akan melambungkan mereka dengan 16 poin, berpotensi melewati PSM dan Persebaya, sekaligus menjauh dari persaingan di papan tengah.
Sebaliknya, tiga poin bagi Persis Solo akan sangat berharga. Dengan 9 poin, Laskar Sambernyawa dipastikan keluar dari zona degradasi untuk sementara waktu, menyalip Semen Padang dan Persijap ke posisi 16.
Jika laga berakhir imbang, Bali United akan naik satu strip di atas Madura United, sedangkan Persis Solo tetap di dasar, namun sedikit menjauh dari Semen Padang di bawahnya.
Persis Solo Berjuang Tanpa Dua Bintang Utama
Untuk menghadapi tuan rumah Bali United, caretaker Persis Solo Tithan Suryata memboyong total 22 pemain. Skuad ini disusun dengan komposisi yang cukup merata, meskipun harus bermain tanpa dua pilar andalannya, Fuad Sule dan Gervane Kastaneer.
Di sektor penjaga gawang, Persis Solo mempercayakan gawangnya kepada dua nama berpengalaman, yaitu Muhammad Riyandi dan Gianluca Pandeynuwu.
Lini pertahanan diisi oleh tujuh pemain dengan kombinasi pemain asing dan lokal. Nama-nama seperti Xandro Schenk dan Cleylton Santos siap memimpin barisan belakang bersama bek-bek tangguh lainnya seperti Agung Mannan, Jordy Tutuarima, Gio Numberi, Rian Miziar, dan Eky Taufik.
Kekuatan utama Persis Solo terletak di lini tengah yang diisi oleh delapan gelandang. Ada nama-nama yang sudah tak asing lagi seperti Sutanto Tan, Sho Yamamoto, Zulfahmi Arifin, dan Adriano Castanheira.
Selain itu, terdapat pula eks Serdadu Tridatu lain seperti Sidik Saimima dan Arapaenta Poerba. Potensi muda di lini ini diwakili oleh Zanadin Fariz dan Rexo Dolby.
Terakhir, di lini serang, Tithan Suryata membawa lima penyerang, termasuk penyerang asing Kodai Tanaka.
Tanaka akan bahu-membahu dengan para penyerang lokal seperti Althaf Indie, Irfan Jauhari (juga mantan pemain Bali United), Ikhwan Tanamal, dan wonderkid Arkhan Kaka.
Dengan komposisi ini, Persis Solo berharap dapat meredam agresivitas Bali United dan mencuri poin penting di Kapten Dipta.
Skuad ini harus berjuang keras tanpa dua pilar pentingnya: gelandang berkebangsaan Irlandia-Nigeria Fuad Sule dipastikan menepi karena cedera.
Sedangkan penyerang Timnas Curacao Gervane Kastaneer diragukan tampil setelah mengalami masalah hamstring usai membela negaranya lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.
Tithan Suryata menjelaskan bahwa Fuad Sule sudah absen latihan satu minggu karena menunggu hasil MRI.
Sementara Kastaneer memiliki sedikit keluhan hamstring. Meskipun dalam kondisi pincang, Tithan tetap optimistis.
Dia mengandalkan lima pemain yang sangat familiar dengan karakter permainan Serdadu Tridatu: Sidik Saimima, Agung Mannan, Arapaenta Poerba, Sutanto Tan, dan Irfan Jauhari.
Kehadiran para eks Serdadu Tridatu ini diharapkan mampu memberikan kejutan dan motivasi ekstra untuk memutus rekor buruk Persis.
Bali United Fokus Benahi Aliran Bola
Di kubu tuan rumah, Bali United siap memanfaatkan keuntungan bermain di Stadion Kapten Dipta.
Rekor pertemuan menunjukkan Bali United sangat superior atas Persis Solo, dengan tiga kemenangan meyakinkan dalam lima pertemuan terakhir.
Statistik tersebut menjadi modal berharga bagi Serdadu Tridatu untuk mempertahankan dominasi.
Laga ini menjadi panggung pembuktian bagi pelatih asal Belanda, Johnny Jansen, yang berambisi menyempurnakan filosofi Total Football yang ia tanamkan.
Jansen melihat timnya semakin padu dan memahami betul pola taktik yang diterapkan.
Bali United juga telah mencoba berbagai skema penyerangan dan pertahanan saat menjalani latih tanding bersama Perseden Denpasar.
Pelatih asal Belanda ini bahkan menyebut bahwa hasil latihan intensif selama jeda kompetisi telah membuahkan hasil.
Hal itu ditandai dengan aliran bola anak didiknya yang kini lebih rapi.
“Saya melihat tim ini semakin berkembang. Pemain mulai memahami pola taktikal, tahu bagaimana mengalirkan bola dengan baik, dan termotivasi untuk berjuang bersama," katanya.
"Bali United ingin menampilkan permainan sepak bola terbaik sejauh ini,” ujar Jansen menegaskan tekad timnya untuk meraih tiga poin dan melompat tinggi di klasemen.
Mampukah Jansen melihat implementasi sempurna dari Total Football yang dia racik?
Atau justru motivasi para eks Serdadu Tridatu di kubu Persis Solo mampu memutus rekor buruk dan membawa timnya keluar dari zona merah?
Editor : Ibnu Yunianto