RADAR BALI – Arema FC sukses memetik kemenangan emosional saat menjamu Persik Kediri pada pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026.
Bertanding di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Minggu (11/1/2026), skuad berjuluk Singo Edan itu berhasil membalikkan keadaan di masa injury time dan menutup laga dengan skor tipis 2-1.
Sejak peluit awal dibunyikan, Arema FC langsung mengambil inisiatif serangan. Valdeci hampir membuka keunggulan melalui tendangan keras kaki kiri dari luar kotak penalti, namun kiper Persik Leo Navacchio sigap mengamankan bola.
Laga sempat memanas pada menit kedelapan ketika terjadi insiden antara Lugo dan pemain Arema Dalberto.
Setelah melakukan pemeriksaan melalui Video Assistant Referee (VAR), wasit memutuskan hanya memberikan kartu kuning kepada Lugo atas pelanggaran terhadap engkel lawan. Keputusan ini sempat memicu protes keras dari para pemain di lapangan.
Persik Kediri bukan tanpa perlawanan. Melalui kapten Ezra Walian pada menit ke-30, tim tamu nyaris unggul jika sepakan kerasnya tidak ditepis secara gemilang oleh Lucas Frigeri. Hingga turun minum, skor kaca mata 0-0 tetap bertahan.
Babak Kedua: Drama Gol dan Comeback Menit Akhir
Kebuntuan pecah memasuki sepuluh menit terakhir pertandingan. Pada menit ke-80, Persik Kediri membungkam pendukung tuan rumah lewat gol Supriadi. Memanfaatkan celah di lini belakang Arema, Supriadi sukses membawa Macan Putih unggul 1-0.
Namun, mentalitas Singo Edan diuji di penghujung laga. Memasuki menit ke-90+5, tekanan bertubi-tubi dari Arema FC memaksa Supriadi melakukan kesalahan fatal.
Niat mengantisipasi bola di area pertahanan sendiri, ia justru mencetak gol bunuh diri yang membuat skor menjadi imbang 1-1.
Drama puncaknya terjadi di sisa waktu tambahan. Arema FC yang mendapatkan momentum kemenangan kembali melancarkan serangan kilat.
Tekanan tersebut memaksa barisan pertahanan Persik kembali melakukan kesalahan yang berujung gol kedua bagi Arema FC. Ian Lucas Puleio Araya berhasil mencetak gol kemenangan di masa injury time tepatnya di menit ke-90+8.
Skor berbalik 2-1 sekaligus memastikan tiga poin krusial bagi tuan rumah.
Statistik Pertandingan
Secara statistik, Arema FC tampil lebih dominan dalam menyerang dengan mencatatkan 13 tembakan, di mana 4 di antaranya mengarah tepat ke gawang.
Sebaliknya, Persik Kediri melepaskan 6 tembakan dengan 3 tembakan sasaran. Meski Persik unggul tipis dalam penguasaan bola (53 persen), efektivitas Arema di menit-menit krusial menjadi penentu hasil akhir.
Kemenangan ini membawa Arema FC memperbaiki posisi mereka di klasemen sementara BRI Super League dengan finish di peringkat 10 pada paro musim ini dengan 21 poin.
Sementara Persik Kediri harus pulang dengan tangan hampa setelah keunggulan mereka sirna di detik-detik terakhir. Macan Putih berada di peringkat 12 klasemen sementara dengan 19 poin. ***
Editor : Ibnu Yunianto