RADAR BALI – Harapan tinggi diapungkan striker asal Spanyol, Sergio Castel, menjelang laga krusial leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two 2025/26.
Meski Persib Bandung harus menelan kekalahan telak 0-3 dari Ratchaburi FC pada pertemuan pertama, Castel tetap percaya diri timnya mampu membalikkan keadaan saat bermain di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu, 18 Februari 2026.
Pemain kelahiran Madrid ini mengaku kecewa dengan performa debutnya pada Rabu, 11 Februari lalu.
Ia merasa tidak tampil maksimal dalam laga yang berlangsung di Thailand tersebut. Namun, semangat pantang menyerah khas tanah kelahirannya menjadi bahan bakar utama untuk menatap laga penentuan.
"Sangat jelek, saya merasa tidak bermain dengan sangat baik," ungkap Castel mengenai penampilannya di leg pertama.
Meski demikian, ia melihat peluang untuk melakukan comeback atau remontada atau bangkit dari ketertinggalan.
Castel bahkan mengambil inspirasi dari semangat juang klub raksasa Spanyol. "Anda tahu saya berasal dari Spanyol, dari Madrid. Anda tahu bagaimana Real Madrid sering melakukan comeback, jadi saya percaya, mengapa tidak? Kami harus terus mendorong diri," tegasnya.
Real Madrid memang memiliki sejarah panjang dalam melakukan keajaiban atau remontada di kompetisi Eropa. Salah satu momen paling legendaris terjadi pada Piala Champions 1975/1976 saat menghadapi wakil Inggris, Derby County.
Meski sempat tertinggal agregat 1-4 pada leg pertama, raksasa Spanyol tersebut mampu membalikkan keadaan dengan kemenangan telak 5-1 di Santiago Bernabeu melalui babak perpanjangan waktu.
Catatan emas lainnya tercipta pada Piala UEFA 1985/1986 saat Real Madrid bertemu Borussia Monchengladbach. Setelah hancur lebur dengan kekalahan 1-5 di Jerman, Madrid membutuhkan keajaiban berupa kemenangan minimal 4-0 di kandang untuk lolos lewat aturan gol tandang. Secara dramatis, dua gol dari Jorge Valdano dan dua gol penutup dari Santillana di menit-menit akhir memastikan kemenangan 4-0 yang meloloskan Madrid.
Menariknya, saat ini Real Madrid sedang berada dalam situasi yang identik dengan yang dihadapi Persib setelah baru saja menelan kekalahan 0-3 dari Arsenal di leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026.
Dengan sejarah panjang klub masa kecilnya, Castel percaya bahwa selama masih ada laga kedua, peluang untuk membalikkan keadaan tetap terbuka lebar.
Kondisi Fisik dan Mental Pemain Terjaga
Senada Castel, Pelatih Persib Bojan Hodak memastikan bahwa kondisi fisik dan mental anak asuhnya tetap dalam level yang baik. Pelatih asal Kroasia tersebut meminta tim untuk segera melupakan hasil buruk di leg pertama dan fokus sepenuhnya pada pertandingan kandang.
Menurut Bojan, kekalahan adalah risiko yang tak terpisahkan dalam sepak bola. Baginya, yang terpenting saat ini adalah bagaimana respons tim untuk bangkit dari situasi sulit.
"Kondisi para pemain, secara fisik tidak apa-apa, secara mental tidak apa-apa. Kadang-kadang Anda harus kalah. Sekarang, kita hanya perlu untuk fokus pada permainan berikutnya," ujar Bojan.
Menganalisis kekalahan 0-3 sebelumnya, Bojan menilai skor tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan jalannya pertandingan. Ia menyebut faktor non-teknis seperti perbedaan cuaca turut memengaruhi performa tim, padahal ia meyakini Persib sempat mendominasi permainan.
"Kami sedikit tidak beruntung, cuacanya berbeda. Tetapi hasilnya masih terlalu tinggi. Karena pada babak pertama saya percaya kami adalah tim yang lebih baik," katanya.***
Editor : Ibnu Yunianto