RADAR BALI - Arena balap es pada Olimpiade Milan-Cortina 2026 kini tertuju pada persaingan sengit antara bintang muda Jordan Stolz dan legenda Belanda, Kjeld Nuis.
Setelah berhasil menyabet dua medali emas dan mencetak rekor Olimpiade di nomor 500 meter serta 1.000 meter, Stolz kini bersiap kembali ke lintasan Milano Speed Skating Stadium untuk nomor 1.500 meter putra.
Pemuda berusia 21 tahun itu mengusung misi besar untuk mengukir sejarah sebagai atlet Amerika Serikat kedua setelah Eric Heiden yang mampu mengoleksi tiga atau lebih medali emas dalam satu edisi Olimpiade Musim Dingin.
Heiden sebelumnya menyapu bersih lima medali emas pada Olimpiade Lake Placid 1980.
Amerika Serikat menurunkan kekuatan penuh untuk mengamankan dominasi di nomor ini.
Di garis start babak final, Jordan Stolz tidak akan berjuang sendirian. Ia didampingi oleh dua rekan setimnya yang juga memiliki catatan gemilang, yakni Emery Lehman asal Illinois dan Casey Dawson asal Utah.
Ketiga atlet ini mengemban misi besar untuk mengakhiri puasa medali emas Amerika Serikat di nomor 1.500 meter.
Prestasi tertinggi di nomor ini terakhir kali dipersembahkan oleh peraih medali emas tahun 2002, Derek Parra.
Sejak saat itu, pencapaian terbaik AS hanya berupa medali perak yang diraih oleh Shani Davis pada edisi 2006 dan 2010.
Melampaui Ekspektasi di Milan
Perjalanan Stolz di Milan sejauh ini tergolong fenomenal. Pemuda awal Winconsin itu telah membuktikan kelasnya sebagai "raja sprint" dengan memecahkan rekor Olimpiade, baik di nomor spesialisnya (1.000 m) maupun di nomor yang sebelumnya dianggap sebagai titik terlemahnya (500 m).
Keberhasilan Stolz di nomor 1.000 m hari Rabu lalu juga menjadi pelepas dahaga bagi Tim AS.
Itu merupakan emas pertama Amerika di nomor tersebut sejak Shani Davis memenangkan gelar berturut-turut pada 2006 dan 2010.
Tantangan Terakhir Menghadapi Legenda Belanda
Meski difavoritkan, Stolz harus menghadapi tembok besar bernama Kjeld Nuis.
Skater veteran asal Belanda berusia 36 tahun tersebut merupakan pemegang rekor dunia dan rekor Olimpiade saat ini dengan catatan waktu 1 menit 40,17 detik.
Pertemuan Stolz dan Nuis menjadi sangat emosional karena merupakan balapan terakhir dalam karier profesional Nuis sebelum ia resmi pensiun.
Secara statistik, Stolz yang kini menempati peringkat satu dunia hanya terpaut tipis dari rekor Nuis.
Catatan waktu terbaik pribadi Stolz berada di angka 1 menit 40,48 detik, atau hanya selisih 0,31 detik dari rekor dunia milik Nuis yang berada di peringkat dua dunia.
Duel ini diprediksi akan menjadi salah satu balapan paling sengit dalam sejarah Olimpiade Musim Dingin.
Menuju Kuartet Medali
Ambisi Stolz tidak berhenti di angka tiga. Setelah turun di final speed skating nomor 1.500 meter, ia masih menyisakan satu balapan terakhir, yaitu nomor mass start putra yang akan digelar pada Sabtu, 21 Februari.
Jika semua berjalan sesuai rencana, Stolz berpeluang menutup penampilannya di Milan dengan total empat medali emas.
Pencapaian ini akan melampaui rekor legenda Norwegia, Johann Olav Koss, yang meraih tiga emas pada 1994, dan mendekati rekor abadi Eric Heiden.
Pertandingan final Speed skating Men's 1500m final disiarkan TVRI Sport HD pada pukul 22.30 WIB.***
Editor : Ibnu Yunianto