Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Persebaya Takluk 1-3 dari Persijap, Skema Bola Mati Jadi Alarm Serius

Dhian Harnia Patrawati • Minggu, 22 Februari 2026 | 04:51 WIB

Gelandang Persebaya Milos Raickovic berduel dengan pemain Persijap dalam laga pekan ke-22 Super League.
Gelandang Persebaya Milos Raickovic berduel dengan pemain Persijap dalam laga pekan ke-22 Super League.

RADAR BALI - Datang dengan harapan membawa pulang poin, Bajol Ijo justru pulang dengan luka setelah takluk 1-3 dari Persijap Jepara pada pekan ke-22 BRI Super League 2025/26 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (21/2) malam.

Sejak menit awal, performa Persebaya tampak jauh dari standar biasanya.

Aliran bola kurang rapi, koordinasi lini belakang kerap terlambat, dan tuan rumah mampu memanfaatkan celah itu dengan efektif.

Hasil ini membuat Persebaya masih tertahan di posisi kelima klasemen sementara dengan koleksi 35 poin.

Laga baru berjalan dua menit, Green Force langsung memperoleh peluang melalui tendangan bebas Francisco Rivera, namun situasi di kotak penalti dinyatakan pelanggaran.

Menit ke-18, Jefferson Silva mencoba peruntungan lewat tendangan jarak jauh, tetapi kiper Persijap, Sendri Johansyah, mampu menepisnya.

Petaka bagi tim tamu dimulai pada menit ke-32. Iker Guarrotxena berhasil memanfaatkan situasi satu lawan satu dengan Ernando Ari.

Dengan tenang, ia menceploskan bola ke gawang dan mengubah skor menjadi 1-0 yang bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan meningkat. Menit ke-52, wasit Yoko Suprianto sempat menunjuk titik putih untuk Persebaya, namun keputusan dianulir setelah meninjau VAR.

Alih-alih menyamakan kedudukan, gawang Persebaya justru kembali bobol pada menit ke-71 melalui sepakan keras Alexis Nahuel Gómez.

Situasi semakin berat bagi Bajol Ijo setelah menit ke-86 harus bermain dengan 10 orang akibat kartu merah langsung yang diterima Rachmat Irianto.

Meski sempat memperkecil ketertinggalan melalui penalti Bruno Moreira di masa injury time (90+4'), harapan Persebaya pupus setelah Iker Guarrotxena mencetak gol keduanya pada menit 90+11'.

Evaluasi Tajam Pelatih Bernardo Tavares

Selepas pertandingan, pelatih Bernardo Tavares tidak menutupi rasa kekecewaannya.

Eks pelatih PSM Makassar menilai anak asuhnya melakukan terlalu banyak kesalahan elementer yang langsung dihukum lawan.

"Saya akan jujur, kami melakukan cukup banyak kesalahan. (Persijap) berhasil memanfaatkan peluang yang kami berikan," katanya.

"Itu tidak normal bagi kami, terutama kebobolan dari situasi transisi setelah kami kehilangan bola. Kami juga kebobolan dari situasi bola mati dan tendangan bebas," kata pelatih asal Portugal tersebut.

Sorotan pelatih terhadap lemahnya antisipasi set piece memang beralasan. Dalam laga sebelumnya melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC, lini pertahanan juga kebobolan dari skema serupa.

"Jika dihitung, dalam dua pertandingan terakhir kami kebobolan empat gol dari situasi set piece. Itu menjadi fokus utama yang harus kami perbaiki. Padahal kami sudah melatih dan menganalisis situasi tersebut," ucapnya.

Menatap Laga Kandang

Waktu untuk meratapi hasil pun nyaris tidak ada. Persebaya harus segera bangkit karena sudah ditunggu laga berikutnya melawan PSM Makassar di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (25/2).

"Sekarang waktunya melihat ke depan, bersiap untuk laga berikutnya, dan kembali mencoba meraih kemenangan," pungkas pelatih Bernardo Tavares.***

Editor : Ibnu Yunianto
#Alexis Nahuel Gomez #Bruno Moreira #Persebaya vs Persijap #BRI Super League #kartu merah #rachmat irianto #hasil pertandingan #Persebaya Surabaya #Iker Guarrotxena #Bernardo Tavares #rachmat hidayat #set piece #persijap jepara #Persijap vs Persebaya