TABANAN, Radar Bali.id - Operasi Zebra Agung 2024 di Tabanan mulai dilaksanakan selama 14 hari ke depan di wilayah hukum Polres Tabanan. Operasi ini akan dimulai dari 14-27 Oktober mendatang.
Dalam Operasi Zebra Agung Polres Tabanan akan menyasar sejumlah pengendara motor hingga kendaraan bermotor yang melanggar dan tidak menjunjung tinggi keselamatan berlalu lintas.
Dalam Operasi Zebra Agung memiliki sasaran khusus, target yang khusus dan cara-cara bertindak yang khusus. Mulai dari berkendara dibawah pengaruh alkohol, tidak menggunakan helm, sabuk pengaman, berkendara masih di bawah umur, kapasitas muatan kendaraan melebihi ambang batas hingga pelanggaran rambu lalu lintas lainnya.
Di samping menyasar wisatawan mancanegara yang nakal berlalulintas.
Kabag Ops Kompol I Made Sumadi mengatakan operasi zebra agung selama 14 hari kedepan ini penting dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan dan kesadaran perilaku masyarakat dalam berlalu lintas di jalan.
Karena dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas faktor penting itu berkendara mematuhi aturan keselamatan berlalu lintas.
Target operasi zebra ini di jalur tengkorak dan sepanjang Jalan Ayani Dadakan sampai dengan Jalan By Pass Ir Soekarno, Patung Adipura Pesiapan Tabanan. Dengan 92 personil akan pihaknya turunkan.
"Jalur tengkorak dan jalan By Pass Ir. Soekarno angka kecelakaan dan fatalitas sangat tinggi," ujar kompol Sumadi, Senin (14/10/2024).
Ia menjelaskan khusus di Tabanan sendiri angka kecelakaan lalu lintas mengalami kenaikan. Jika dari data yang ada angka kecelakaan lalu lintas pada tahun 2023 lalu mencapai 223 kasus kecelakaan. Kemudian tahun 2024 mencapai 773 kasus kecelakaan.
"Dari perbandingan data itu angka kecelakaan lalu lintas naik sebesar 20 persen saat ini," ungkapnya.
Angka kecelakaan lalu lintas yang naik sebesar 20 persen tersebut disebabkan oleh faktor atau kelalaian pengendara yang tidak mematuhi aturan berlalu lintas. Juga disebabkan banyak dari pengendara yang berkendara dibawah pengaruh alkohol dan berkendara dengan kecepatan tinggi.
"Dominan karena faktor manusia jadi pemicu kecelakaan lalu lintas dan terjadi di jalur tengkorak Denpasar-Gilimanuk," tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita