Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Wabup Cek Lapangan, TPA Mandung Tabanan Direncanakan Dibuat Jalan Melingkar agar Teratasi Bila Terjadi Kebakaran

Juliadi Radar Bali • Jumat, 2 Mei 2025 | 15:25 WIB
CEK LAPANGAN : Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga yang meninjau kondisi TPA Mandung, Sembung Gede Kerambitan yang terbakar. (juliadi/radar bali)
CEK LAPANGAN : Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga yang meninjau kondisi TPA Mandung, Sembung Gede Kerambitan yang terbakar. (juliadi/radar bali)

TABANAN, Radar Bali.id - Belum bisa padamnya api yang membakar sampah di TPA Mandung, Desa Sembung Gede, Kerambitan Tabanan yang membuat dampak polusi asap terhadap masyarakat sekitar. 

Akhirnya dicek turun secara langsung oleh Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, Kamis kemarin (1/5/2025) sekitar pukul 11.00 siang. 

I Made Dirga sangat terkejut melihat tumpukan sampah yang sudah menggunung di TPA Mandung yang kini tengah kondisi overload. Bahkan ia juga melihat kondisi titik-titik api yang muncul pada TPA Mandung yang terbakar.   

 Baca Juga: Duh, Dampak Udara Bercampur Asap TPA Mandung Berakibat Warga Menderita Gangguan Pernapasan

"Ini kami harus carikan solusi secepatnya agar api bisa mereda. Solusi jangka pendeknya adalah dengan melakukan penyiraman," kata Dirga ditemui di TPA Mandung.  

Meski sudah dilakukan penyiraman dengan air setiap harinya. Dengan dua kali tangkai air pagi dan sore. Tetapi karena kondisi musim panas, maka harus ditambah volume penyiraman. 

"Diperbanyak volume penyiraman air pada sampah yang terbakar. Entah pagi atau siang hari, agar api dapat mereda. Karena melihat pengalaman dari petugas TPA. Api hanya bisa padam saat musim hujan. Tapi sekarang ini musim panas," ungkapnya. 

Melihat kondisi terbakarnya TPA Mandung ini pihaknya akan mengumpulkan dinas terkait untuk merapatkan barisan berkoordinasi. Mulai dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), BPBD, Damkar dan Dinas Kesehatan. 

 

"Jumat besok (2/5/2025) saya akan rapatkan untuk bagaimana cara penanganan TPA Mandung yang terbakar lebih intensif. Agar ada tindakan real lain dapat dilakukan," tegasnya. 

Menurut Dirga, sebaran titik api yang muncul di TPA Mandung memang sulit dijangkau oleh petugas untuk melakukan penyiraman. Sehingga ia merencanakan solusi dibuat jalan melingkar di TPA Mandung. Tujuannya agar mobil pemadam kebakaran bisa melakukan penyemprotan pada sampah yang terbakar. 

"Ini ada memang titik-titik api yang sulit dipadamkan, karena petugas sulit menjangkau menuju lokasi itu. Rencana ini nanti kami bahas dalam rapat," ungkapnya. 

Selain itu Dirga menambahkan melihat kondisi TPA Mandung yang sudah overload ini pihaknya meminta kepada masyarakat untuk melakukan pengelolaan sampah berbasis sumber. Sehingga hanya residu yang terbuang ke TPA. 

Salah satu yang bisa dilakukan dibuat sebuah Teba modern dimasing-masing rumah warga. Pembuatan teba modern bisa di halaman rumah belakang atau pekarangan. 

"Sampah organik bisa dibuang ke Teba Modern, solusi ini bisa dilakukan dimasing-masing rumah warga," tandasnya.    

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLh) Kabupaten Tabanan I Gusti Putu Ekayana menyebut rencana membuat jalan melingkar di TPA Madung untuk mengatasi titik api yang sulit dijangkau petugas saat melakukan penyiraman pihaknya harus mengkaji terlebih dahulu. 

"Masukan dan rencana dari Bapak Wakil Bupati cukup bagus tapi kami akan kaji.  Karena membuat jalan melingkar di TPA sangat membahayakan, mengingat sampah di TPA ini rawan longsor. Maka dipertimbangkan berbagai aspek," ungkap Ekayana. 

Planning lainnya jangka menengah untuk mengatasi dan menjangkau titik-titik api yang sulit dilakukan penyiraman petugas adalah membuat tower-tower air yang memiliki mesin penyemprotan dibeberapa titik. 

Tower ini ini yang menyemprotkan air pada sampah yang terbakar. Sehingga tidak ada kendaraan yang keluar masuk membawa air ke TPA. 

"Tetapi ini solusi jangka menengah, jangka pendek untuk memadamkan TPA yang terbakar saat ini ya kami lakukan penyiraman," ungkapnya. 

Ekayana menyebut sejatinya TPA Mandung sudah mengalami overload sejak tahun 2022 lalu. Gunungan sampah yang ada di TPA Mandung sekitar 15-20 meter. 

"Kami di TPA Mandung rata-rata setiap hari menerima kiriman sampah 100-110 ton," pungkasnya. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#pengelolaan sampah #tpa mandung #tabanan #sampah #kebakaran