Peserta delegasi youth volunteers dari 10 negara ASEAN bersama siswa siswi SMPN 5 Abiansemal, Badung, menggelar kegiatan amal di Sungai Watch Community Center, Tabanan. Acara ini memperkenalkan konsep sustainable fashion kepada 1.050 generasi muda sejak dini.
ACARA Sustainable Fashion Festival (SFF) sendiri akan kembali hadir di tahun ini dan akan diselenggarakan pada tanggal 2 hingga 3 Agustus 2025 di The Ambengan Tenten, Denpasar.
Pada kesempatan itu, para pelajar diberikan pemahaman tentang konsep fashion berkelanjutan, termasuk bagaimana memilih pakaian yang baik berdasarkan jenis kainnya.
Baca Juga: Pasar Kodok di Tabanan Tutup, Kapolri: Jika Ada Penyelundupan Pakaian Bekas Tindak Tegas!
Mulai dari bahan alami seperti katun dan linen hingga kain sintetis seperti polyester, serta memahami dampak produksinya terhadap lingkungan. Mereka juga dikenalkan pada cara menangani limbah. Selain itu para siswa diajarkan bagaimana melakukan penyortiran pakaian bekas
”Kami menginisiasi acara ini karena percaya bahwa pakaian layak pakai seharusnya bisa diakses oleh siapa saja, tanpa memandang latar belakang ekonomi. Ini adalah langkah kecil menuju fashion yang lebih adil dan berkelanjutan,” kata Lucia Mira, Co-Founder Rekynd selaku inisiator kegiatan di Denpasar, Kamis (31/7/2025).
Baca Juga: Ada Apa ya? Pasar Kodok Baju Bekas Kok Tutup Terus, Disperindag Tabanan: Bukan Ranah Kami!
Lanjut dia, melalui kegiatan ini juga pihaknya ingin memberikan pemahaman atas pentingnya membuka akses terhadap pakaian layak pakai sebagai bagian dari keadilan sosial dan pengurangan limbah fashion.
”Harapannya, kegiatan ini tidak hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga menginspirasi masyarakat luas untuk mulai melihat pakaian bekas sebagai sesuatu yang bernilai dan penuh cerita. Selain itu juga harapan kami dapat mengurangi limbah pakaian yang langsung dibuang ke TPA atau Tempat Pembuangan Akhir. Ya, daripada ke TPA, lebih baik kita berikan kepada yang membutuhkan,” tambah Lucia.
Selain membuka akses pakaian bagi masyarakat, acara ini juga berhasil menyelamatkan pakaian bekas namun masih layak pakai dari potensi menjadi limbah. Selain itu seluruh hasil penjualan pakaian bekas pada bazar ini disalurkan kembali untuk mendukung program keberlanjutan dan inisiatif sosial dari Rekynd dan TRI Cycle. [*]
Editor : Hari Puspita