Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Gila! Mewabah di Tujuh Kecamatan, 222 Hektare Lahan Padi dan Jagung di Tabanan Diserang Hama Tikus

Juliadi Radar Bali • Rabu, 22 Oktober 2025 | 18:10 WIB
Ilustrasi hama tikus sawah. (dok.Jawa Pos.com)
Ilustrasi hama tikus sawah. (dok.Jawa Pos.com)

TABANAN, RadarBali.id – Serangan hama tikus di lahan pertanian Kabupaten Tabanan makin menjadi-jadi dan meluas. Dinas Pertanian Tabanan mencatat hingga pertengahan Oktober ini, sebanyak 222 hektare lahan pertanian yang tersebar di tujuh kecamatan telah terdampak serangan hama, mencakup tanaman padi dan jagung.

Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Dinas Pertanian Tabanan, I Gusti Putu Purnayasa, menyebut serangan hama tikus ini sudah terpantau sejak September lalu dengan 62 hektare sawah terdampak. Namun, memasuki Oktober, serangan meluas dan merata.

“Total 222 hektare lahan pertanian tanaman padi dan jagung diserang hama tikus sampai Oktober ini,” ujar Purnayasa, Selasa (22/10/2025).

Baturiti dan Selemadeg Timur Terparah

Serangan hama tikus terjadi hampir di seluruh kecamatan, dengan kerusakan paling luas tercatat di:

Purnayasa memastikan bahwa kerusakan yang dialami petani saat ini masih tergolong ringan dan tidak sampai mengakibatkan gagal panen, asalkan pengendalian dilakukan secara serentak.

“Kategorinya masih tergolong ringan, namun cukup mengganggu produktivitas. Beberapa petani melaporkan kerusakan pada anakan padi dan batang muda,” tuturnya.

Dugaan Pemicu Populasi Tikus

Serangan hama tikus yang merata ini, menurut Purnayasa, disebabkan oleh berbagai faktor, terutama perubahan cuaca yang tidak menentu.

“Pergantian dari musim kemarau menuju musim hujan menciptakan kondisi lembap dengan ketersediaan pakan yang melimpah. Kemudian, saat kondisi sawah lembap dan rerumputan tumbuh subur, tikus lebih mudah bersarang dan berkembang biak,” jelasnya.

Untuk menekan laju serangan, Dinas Pertanian Tabanan segera mengajukan bantuan racun tikus ke Balai Perlindungan Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Bali (BPTPHPPB). Pihaknya juga telah menyalurkan bantuan pestisida dan mendesak petani untuk rutin melakukan sanitasi lahan.

“Kuncinya adalah kebersihan lingkungan. Bila sawah dan saluran bersih, tikus akan kesulitan untuk berkembang biak dan mencari pakan," tandasnya.[*]

Editor : Hari Puspita
#tabanan #pancaroba #pertanian #hama tikus #tikus sawah