TABANAN, RadarBali.id – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Amertha Buana Tabanan atau PDAM Tabanan menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam cakupan layanan air bersih.
Hingga tahun 2025, total sambungan aktif telah mencapai 70.146 sambungan, dengan penambahan 1.435 sambungan baru pada tahun ini saja.
Meskipun jumlah pelanggan terus melonjak setiap tahun, PDAM Tabanan memastikan bahwa kapasitas produksi air masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pertumbuhan dan Jaminan Ketersediaan Air
Kepala Sub Bagian Humas Perumda Tirta Amertha Buana Tabanan, I Putu Wahyu Untung Suardana, mengungkapkan bahwa perluasan layanan ini berjalan seiring dengan jaminan ketersediaan air.
"Dengan penambahan pelanggan yang terus terjadi, kebutuhan air minum untuk masyarakat masih mampu terpenuhi," tutur Untung, Kamis (11/12/2025).
Hal ini didukung data bahwa tingkat penggunaan air minum masyarakat Tabanan masih berada di bawah rata-rata nasional. Saat ini, pemakaian per sambungan rata-rata adalah 18,94 meter kubik, jauh di bawah standar nasional yang mencapai 22,00 meter kubik.
Ekspansi Hingga ke Pedesaan dan Dampak Pariwisata
Perluasan sambungan baru PDAM Tabanan tidak hanya terfokus di wilayah perkotaan, tetapi juga menyasar desa-desa yang sebelumnya mengandalkan sistem air milik desa (Pamsimas).
"Di Kecamatan Penebel, seperti Desa Pesagi, sudah ada sekitar 72 pelanggan baru PDAM. Ini adalah upaya kami untuk memperluas cakupan," jelasnya.
Selain itu, pesatnya pengembangan pariwisata turut mendorong penambahan sambungan, khususnya di kawasan puncak Bedugul Baturiti (Desa Candikuning) dan wilayah selatan Kecamatan Kediri. Potensi penambahan pelanggan yang besar juga diperkirakan terjadi pada tahun 2026 di Kecamatan Kediri dan Tabanan, seiring pertumbuhan pesat pembangunan perumahan baru.
Tekan Penggunaan Sumur Bor, Jaga Lingkungan
Perluasan layanan air bersih PDAM juga memiliki misi penting, yaitu membatasi penggunaan sumur bor ilegal di masyarakat.
Untung menilai, eksploitasi sumur bor secara berlebihan dapat berdampak serius pada lingkungan, salah satunya adalah penurunan permukaan tanah. Penggunaan sumur bor dalam jangka panjang dapat menyebabkan rongga di air bawah tanah, yang pada akhirnya memicu dampak signifikan pada struktur tanah dan penurunan permukaan.
"Kondisi penggunaan sumur bor ini hanya bisa ditekan melalui penggunaan layanan air bersih PDAM. Apalagi setiap penggunaan sumur bor terlebih dahulu harus mendapat perizinan dari pemerintah," tegasnya.
Upaya Peningkatan Kualitas Layanan
Dengan jumlah pelanggan yang kini mencapai 70.146, PDAM Tabanan terus berupaya mempertahankan dan meningkatkan kualitas layanan. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi:
- Peningkatan Kapasitas: Menambah daya penampungan air pada sumber mata air.
- Respon Cepat: Memaksimalkan layanan penanganan komplain pelanggan seperti pipa bocor atau distribusi air yang tidak normal.
- Uji Kualitas Rutin: Secara rutin melakukan uji kualitas air meliputi rasa, warna, bau, hingga tingkat kekeruhan air untuk memastikan air yang disalurkan aman dan berkualitas.[*]