TABANAN, Radar Bali.id – Cuaca buruk berupa angin kencang dengan kecepatan mencapai 37 knot (sekitar 65 km/jam) melanda wilayah Kabupaten Tabanan sejak Rabu (4/3/2026) hingga Kamis (5/3/2026).
Fenomena ini memicu rentetan kejadian pohon tumbang yang menyebabkan kemacetan, kerusakan bangunan, hingga pemadaman listrik.
Data BPBD Tabanan mencatat setidaknya ada tiga titik utama kerusakan. Di Jalan Tukad Yeh Empas, sebuah pohon tumbang menimpa mobil warga dan mengakibatkan aliran listrik di wilayah Sanggulan terputus.
Sementara itu, di jalur tengkorak Denpasar-Gilimanuk (Desa Antap, Selemadeg), pohon perindang yang tumbang sempat menutup total badan jalan hingga memicu kemacetan panjang. Kerusakan juga dilaporkan terjadi pada bangunan Pura Gangga Sari, Desa Adat Petiles.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan, I Putu Trisna Widiatmika, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena potensi angin kencang dan hujan lebat masih tinggi. "Kami minta masyarakat selalu memantau informasi BMKG sebelum bepergian," imbaunya.
Kondisi ini juga melumpuhkan aktivitas ekonomi di pesisir. Di Pantai Pasut, sekitar 102 nelayan terpaksa memarkir jukung mereka di daratan. Para nelayan bahkan melepas atap jukung dan merapikan alat tangkap guna menghindari kerusakan akibat gelombang laut yang mencapai 3,5 meter.
"Kami sudah tidak melaut sejak Rabu demi keselamatan. Semua jukung sudah dinaikkan ke darat karena ombak sangat tinggi dan angin berbahaya," ungkap I Ketut Arsana Yasa, tokoh nelayan Pantai Pasut yang juga anggota DPRD Tabanan.
Berdasarkan prediksi BMKG, kondisi gelombang tinggi di perairan selatan Bali diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.[*]
Editor : Hari Puspita