TABANAN, RadarBali.id – Perumda Tirta Amertha Buana (PDAM) Tabanan bergerak cepat menyusun strategi guna menghadapi musim kemarau yang diprediksi berlangsung dari April hingga September mendatang.
Fokus utama adalah menjaga stabilitas distribusi air agar tidak terganggu meski debit air alami menurun.
Baca Juga: Banjir dan Longsor Ganggu Distribusi Air Bersih, di Tabanan PDAM Harus Bertindak Cepat
Kasubag Humas Perumda, I Putu Wahyu Untung Suardana, memaparkan beberapa langkah mitigasi yang sedang berjalan:
1. Audit Kebocoran: Melakukan tes kualitas air sekaligus mendeteksi kebocoran pipa distribusi lebih awal untuk meminimalkan air yang terbuang percuma (non-revenue water).
2. Perawatan Mesin: Pembersihan endapan lumpur pada pompa dilakukan secara rutin, termasuk menyiagakan pompa cadangan jika terjadi kerusakan mendadak.
3. Pemetaan Wilayah: PDAM mulai memetakan titik-titik pelanggan yang paling rawan mengalami penurunan tekanan air saat kemarau puncak.
Saat ini, PDAM masih mengandalkan 34 sumber air (24 mata air alami dan 10 sumber air baku). "Petugas kami bersiaga 24 jam secara bergantian untuk memantau jaringan distribusi guna memastikan kualitas dan kuantitas air tetap stabil di tangan pelanggan," tegas Untung, kepada wartawan.[*]
Editor : Hari Puspita