Workshop Tahunan Global Digital Transformation Center, Bali Paling Potensial Menuju Akses Internet 5G
Marsellus Nabunome Pampur• Rabu, 15 Mei 2024 | 04:11 WIB
KIAN CANGGIH: Fase-fase akses jaringan internet dari masa ke masa. Bali paling potensial akses jaringan internet 5G
MANGUPURA, radarbali.id -Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah workshop tahunan Global DTC (Digital Transformation Center) yang dibentuk oleh International Telecommunications Union (ITU) dan Cisco.
Even internasional ini diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, melalui Balai Pelatihan dan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPTIK) serta berkolaborasi dengan Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH). Kegiatan tersebut digelar di Nusa Dua, Badung pada Selasa (14/5/2024).
Tujuan utama dari workshop tersebut adalah untuk mengumpulkan titik fokus dari semua Digital Transformation Centers (DTCs) dari Asia dan Pasifik, Afrika, Amerika, dan wilayah Arab untuk mendiskusikan pentingnya keterampilan digital yang berfokus pada implementasi inisiatif.
Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia mengatakan, literasi digital, telekomunikasi, dan konektivitas adalah aspek penting dalam meningkatkan daya saing bangsa di level global.
Dijelaskannya, kecepatan akses internet juga menjadi hal penting yang dibahas dalam forum itu. Dimana menurutnya, kecepatan internet di Indonesia menjadi salah satu yang cukup rendah di tingkat Asia. "Kecepatan internet kuta kan di bawah yang kita harapkan kita masih berada di tengah untuk level Asia," ujarnya.
Sehingga pihaknya mencoba memberikan dorongan agar lebih baik lagi ke depan. Setidaknya bisa berpindah ke jaringan 5G secara merata di seluruh kita di Indonesia.
"Kalau bisa kita menuju 100 Mbps agar aktivitas menggunakan internet bisa kualitasnya baik dan bisa diadopsi untuk berbagai macam kepentingan. Untuk streaming video bisa lebih cepat, beberapa kebutuhan untuk melakukan koneksi jarak jauh," sambungnya.
Selain itu, dia menegaskan bahwa Bali juga menjadi salah satu provinsi paling potensial untuk menuju akses internet 5G tersebut. Hal itu tak terlepas dari status Bali sebagai pulau dengan tingkat kunjungan wisata terbesar di Indonesia.
"Bali saya kira yang sangat potensial untuk menuju ke 5G. Yang pertama karena ini daerah yang industri pariwisatanya paling top dan sangat dikenal di dunia. Saya kita bisa bekerja sama dengan operator seluler untuk coba melihat potensinya, tak hanya Bali tapi juga kota lain juga," tambahnya.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Vikram Sinha, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan, pihaknya turut bangga mengambil bagian pada agenda penting bagi upaya digitalisasi global tersebut. Salah satunya dalam mewujudkan langkah bersama penerapan 5G di Indonesia.
"Penting bagi kami untuk menjalankan komitmen menjembatani kesenjangan digital, mencapai kota-kota besar, serta memperluas jangkauan hingga daerah terluar Indonesia. Hal ini sejalan dengan tujuan besar Indosat dalam menghubungkan dan memberdayakan seluruh masyarakat Indonesia," pungkasnya.***