KUTA, radarbali.id – Perhelatan KTT World Water Forum (WWF) ke-10 di Nusa Dua Bali ternyata membuahkan banyak kerjasama bilateral.
Salah satunya pertemuan bilateral B to G (Business to Government) antara perusahaan SPS (Sistem Panel Serbaguna) yang merupakan Teknologi Karya Anak Bangsa Indonesia dengan pemerintah Fiji dilakukan di Kuta-Bali Selasa, 21 Mei 2024. Pertemuan membahas teknis dan pelaksanaan rencana pengaplikasian SPS di Fiji.
Direktur PT SPS, Ella Khomsah dalam siaran persnya, menjelaskan, SPS ini merupakan teknologi yang dipatenkan oleh putra Bali asli.
”SPS merupakan inovasi anak bangsa berupa sistem konstruksi berbasis beton pracetak (precast) yang telah diaplikasikan sejak tahun 2006 pada beberapa proyek di Indonesia (pemerintah maupun swasta),” ungkap Ella Khomsah, disela pertemuannya dengan Presiden Fiji Wiliame Katonivere di Kuta (21/5/2024).
Dijelaskan, SPS merupakan solusi tepat guna dapat mendukung untuk berbagai jenis proyek infrastruktur karena memiliki keunggulan kualitas, daya tahan, dan efisiensi biaya dibandingkan solusi konstruksi lain yang setara (konstruksi beton dan pracetak).
Ternyata kata Ella, SPS sudah mulai masuk dan diperkenalkan ke Negara Kepulauan Fiji sejak 3 tahun lalu (2021) dan masuk dalam perencanaan penanggulangan banjir dan proteksi kelongsoran dan pengamanan pantai dari tsunami di negara kepulauan tersebut.
”SPS juga telah merencanakan banyak pekerjaan di Malaysia, Fiji dan Australia,” sebut Ella.
Karena itu lanjutnya, selepas agenda Presiden Fiji dalam menghadiri World Water Forum ke-10 yang di selengarakan di Nusa Dua Presiden Fiji Mr. Wiliame Katonivere bersama rombongan menyempatkan diri mengunjungi kantor SPS di Bali dan mengunjungi lokasi pekerjaan SPS di tanggul sungai Tukad Mati I di Kuta Bali, sebelum kembali bertolak ke Fiji pada tanggal 21 Mei 2024 malam.
Pihaknya berharap,tTeknologi karya anak bangsa seperti ini mendapat perhatian serta dukungan penuh dari Pemerintah Negara Indonesia.
Sehingga anak bangsa dapat ikut ambil bagian mengharumkan bangsa Indonesia baik di negeri sendiri maupun di dunia internasional.***
Editor : M.Ridwan