Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Wow! AI Ancam Ambil Alih Sektor Pekerjaan Housekeeping, Begini Faktanya

Ni Kadek Novi Febriani • Jumat, 5 Juni 2026 | 21:03 WIB
Forum internasional Housekeeping di Sanur Paradise Jumat 5 Juni 2026. ADRIAN SUWANTO/radarbali.id)
Forum internasional Housekeeping di Sanur Paradise Jumat 5 Juni 2026. ADRIAN SUWANTO/radarbali.id)

 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com — Transformasi teknologi saat ini berkembang pesat. Kehadiran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) pun mulai memunculkan kekhawatiran di berbagai sektor, termasuk dunia housekeeping.

Namun, Badan Pimpinan Daerah Indonesian Housekeepers Association (BPD IHKA) Bali menilai AI hanya berperan sebagai pendukung, bukan pengganti manusia.

Ketua BPD IHKA Bali, I Gede Cahaya Adi Putra, mengungkapkan salah satu fokus utama dalam konferensi tahun ini adalah membahas relevansi AI di sektor industri perhotelan yang berbasis pada pelayanan langsung (hospitality).

"Tema tahun ini kami mengusung From Tradition to Transformation. AI sedang berkembang pesat, apakah cocok diterapkan di Bali. Karena di Bali, hospitality benar-benar membutuhkan sentuhan manusia.

Apakah bisa digantikan dengan robot? Kami juga menghadirkan talkshow yang melibatkan perwakilan dari lima negara untuk membahas tema ini," ujar Cahaya Adi Putra saat membuka International Housekeeper's Conference, Exhibition & Bed Making Competition 2026 di Prime Plaza Hotel Sanur, Jumat (5/6/2026).

Melalui tema From Tradition to Transformation, konferensi ini menjadi ruang diskusi mengenai sejauh mana teknologi AI dan otomatisasi dapat diterapkan dalam operasional housekeeping, khususnya di industri pariwisata Bali.

Acara tersebut dihadiri sekitar 500 peserta dan melibatkan partisipan dari berbagai negara ASEAN, seperti Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam, serta perwakilan dari berbagai provinsi di Indonesia.

 

Menurut Cahaya, teknologi otomatisasi memang mulai diadopsi dalam operasional harian housekeeping, seperti penggunaan mesin pembersih lantai otomatis. Namun, peran manusia tetap mutlak diperlukan, terutama dalam aspek manajerial dan pengendalian kualitas.

"Namun kembali lagi, tetap diperlukan orang yang mengatur penjadwalan dan berbagai aspek lainnya. Tidak bisa hanya mengandalkan robot berjalan sendiri. Peran manusia tetap sangat diperlukan dan tidak bisa digantikan," tegasnya.

Cahaya juga mencontohkan Jepang yang mulai menerapkan sistem AI secara luas dalam industri perhotelan. Namun, menurutnya, model tersebut belum tentu cocok diterapkan di Bali mengingat ekspektasi wisatawan terhadap pelayanan yang personal sangat tinggi.

"Saya melihat di Jepang sudah ada yang sepenuhnya menggunakan AI, mulai dari penyambutan tamu, front office, hingga proses check-in. Namun di Bali rasanya sulit diterapkan karena interaksi langsung dengan tamu tetap menjadi hal yang penting," tambahnya.

Senada dengan itu, Nyoman Sugiarta selaku Dewan Pembina IHKA Bali sekaligus Ketua Harian Badan Pusat IHKA menegaskan bahwa sumber daya manusia tetap menjadi kekuatan utama pariwisata Bali yang tidak dapat digantikan oleh kecerdasan buatan.

"Tentunya meskipun kita mengangkat tema teknologi AI, di Bali justru yang dikedepankan adalah pelayanan dengan hati. Lebih kepada personalized service, yang berarti mengandalkan manusia. Bagaimanapun juga, peran manusia masih sangat diperlukan karena itulah yang menjadi selling point pariwisata Bali," kata Nyoman Sugiarta.

Pada rangkaian kegiatan tersebut, Bed Making Competition diikuti oleh 34 hotel dan 15 sekolah perhotelan, termasuk peserta dari luar Bali dan Filipina. Negara peserta lomba dari kawasan ASEAN antara lain Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam. Total estimasi kehadiran dalam kegiatan ini mencapai sekitar 500 orang.***

Editor : M.Ridwan
#AI ancaman #pendukung bukan pengganti #housekeeping