Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Soft Opening Graha Yowana Suci Diundur ke Pertengahan September 2024, Perumda Pasar Sebut Baru 30 Persen Tenant yang Siap Beroperasi

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Minggu, 1 September 2024 | 02:50 WIB
TENANT: Para tenant milik ada muda Denpasar sudah mulai dipasang di areal Graha Yowana Suci.
TENANT: Para tenant milik ada muda Denpasar sudah mulai dipasang di areal Graha Yowana Suci.

DENPASAR, Radarbali.id - Graha Yowana Suci (GYS) yang terletak di Jalan Hasanuddin, Denpasar direncanakan soft opening hari ini (1/9). Seperti diketahui, GYS dirancang untuk mendukung tenant-tenant milik anak muda yang ada di Kota Denpasar.

 

Kendati demikian, Kepala Bagian Usaha dan Jasa Perumda Sewakadarma, Ida Bagus Made Widiantara ungkap pihaknya akan mengundur soft opening. ”Karena tenant-nya juga tidak semua bisa beroperasi, hanya beberapa saja. Sementara kami rencanakan untuk diundur,” ungkapnya, Sabtu 31 Agustus 2024.

 

Disebutnya banyak tenant yang beralasan belum bisa beroperasi karena tidak dapat tukang untuk mempersiapkan stannya. Sehingga menimbulkan keterlambatan dari segi persiapan. Jumlah tenant yang rencananya akan dibuka di GYS yaitu sebanyak 14 tenant di lantai bawah.

 Baca Juga: Perumda Pasar Target Tenant Graha Yowana Suci Mulai Dibangun Juli 2024, Ini Sarana Prasarana yang Disiapkan

Sementara di lantai atas, akan ada dua tenant lainnya, kantor, tempat penjualan alat-alat olahraga, hingga e-sport. Adapun jenis tenant yang akan beroperasi yakni kuliner maupun coffee shop.  ”Sekarang yang sudah siap kalau tidak salah empat dari 16 tenant atau 30 persen. (Diundur sampai, red) mungkin pertengahan September ini sambil menunggu,” kata Widiantara.

 

Biaya sewa untuk para tenant pun sudah digratiskan dan sesuai dengan surat penugasan dari Wali Kota Denpasar. Nantinya, tenant hanya dikenakan Biaya Operasional Pasar (BOP). ”Cuma kena BOP saja setengah. BOP awalnya Rp80 ribu per m2/bulan, sekarang kena cuma Rp40 ribu per m2/bulan,”  sambungnya.

 Baca Juga: MonkeyPox Dinyatakan Darurat Kesehatan Global, Bandara Ngurah Rai Antisipasi Penyebaran Virus Cacar Monyet, Implementasikan Satu Sehat Health Pass

Namun pembebasan ini hanya direncanakan selama dua tahun untuk memancing para tenant agar mau membuka stan. Setelahnya, Perumda Sewakadarma akan kembali melakukan evaluasi terhadap biaya sewa di GYS. Lebih lanjut, diharapkannya agar tenant-tenant di GYS dapat cepat terwujud dan dapat menambah pendapatan Perumda Pasar untuk biaya operasionalnya. ***

 

 

 

Editor : Made Dwija Putera
#kota denpasar #Tenant #perumda pasar #graha yowana suci