DENPASAR, Radarbali.id - Graha Yowana Suci (GYS) yang terletak di Jalan Hasanuddin, Denpasar direncanakan soft opening hari ini (1/9). Seperti diketahui, GYS dirancang untuk mendukung tenant-tenant milik anak muda yang ada di Kota Denpasar.
Kendati demikian, Kepala Bagian Usaha dan Jasa Perumda Sewakadarma, Ida Bagus Made Widiantara ungkap pihaknya akan mengundur soft opening. ”Karena tenant-nya juga tidak semua bisa beroperasi, hanya beberapa saja. Sementara kami rencanakan untuk diundur,” ungkapnya, Sabtu 31 Agustus 2024.
Disebutnya banyak tenant yang beralasan belum bisa beroperasi karena tidak dapat tukang untuk mempersiapkan stannya. Sehingga menimbulkan keterlambatan dari segi persiapan. Jumlah tenant yang rencananya akan dibuka di GYS yaitu sebanyak 14 tenant di lantai bawah.
Sementara di lantai atas, akan ada dua tenant lainnya, kantor, tempat penjualan alat-alat olahraga, hingga e-sport. Adapun jenis tenant yang akan beroperasi yakni kuliner maupun coffee shop. ”Sekarang yang sudah siap kalau tidak salah empat dari 16 tenant atau 30 persen. (Diundur sampai, red) mungkin pertengahan September ini sambil menunggu,” kata Widiantara.
Biaya sewa untuk para tenant pun sudah digratiskan dan sesuai dengan surat penugasan dari Wali Kota Denpasar. Nantinya, tenant hanya dikenakan Biaya Operasional Pasar (BOP). ”Cuma kena BOP saja setengah. BOP awalnya Rp80 ribu per m2/bulan, sekarang kena cuma Rp40 ribu per m2/bulan,” sambungnya.
Namun pembebasan ini hanya direncanakan selama dua tahun untuk memancing para tenant agar mau membuka stan. Setelahnya, Perumda Sewakadarma akan kembali melakukan evaluasi terhadap biaya sewa di GYS. Lebih lanjut, diharapkannya agar tenant-tenant di GYS dapat cepat terwujud dan dapat menambah pendapatan Perumda Pasar untuk biaya operasionalnya. ***
Editor : Made Dwija Putera