SEMARAPURA - Sebelum pandemi Covid-19 menyerang Bali, I Dewa Gede Darma Yoga bekerja sebagai koki atau juru masak di hotel di Denpasar. Dia kemudian pulang kampung dan memelihara sapi. Diduga depresi, Dewa Yoga tewas gantung diri.
Perbekel Timuhun, I Putu Arsana menjelaskan, Dewa Yoga memang masih lajang. Pemuda 25 tahun itu, lanjut Arsana, sempat bekerja di sebuah hotel di Denpasar.
“Dewa Yoga sebelumnya bekerja sebagai juru masak di sebuah hotel di Denpasar,” tutur Arsana.
Namun, karena pandemi Covid-19, banyak hotel yang menghentikan operasionalnya. Banya pekerja yang dirumahkan bahkan di-PHK.
“Karena pandemi Covid-19, Yoga dirumahkan,” jelas dia.
Nah, selama dirumahkan, Yoga mengisi hari-harinya untuk memelihara ternak. Terutama sapi. Yoga juga ke ladang untuk mencari pakan ternak sapi.
“Kemungkinan karena depresi melakukan bunuh diri,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Dewa Yoga dikabarkan hilang Jumat (25/2). Sebelumnya dia pamit ke ladang untuk mencari pakan ternak sapi. Namun, sampai Pukul 19.00 Wita tak kunjung pulang.
Maka, keluarga dan warga melakukan pencarian. Namun sampai malam hasilnya nihil. Pencarian baru membuahkan hasil ketika Sabtu (26/2) dimulai Pukul 06.00 Wita.
Dewa Yoga ditemukan di Subak Dana, Desa Timuhun, Banjarangkan, Klungkung, sekitar Pukul 06.30. Namun, dia ditemukan dalam kondisi tergantung di pohon mahoni. Ia tewas.
Arsana pun menjelaskan, Sabtu malam (26/2) dilakukan penguburan terhadap jenazah Dewa Yoga di setra desa setempat.
Editor : Yoyo Raharyo