GIANYAR, RadarBali.id – Proyek perbaikan jalan penghubung Banjar Belong menuju Banjar Patas, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, kembali menuai sorotan tajam.
Badan jalan yang baru saja diperbaiki dengan alokasi anggaran fantastis Rp5,4 miliar dari APBD Kabupaten Gianyar, hancur benyah latig setelah diguyur hujan pada Rabu (22/10/2025).
Kerusakan berulang ini membuat warga geram dan menuding buruknya kualitas pengaspalan serta masalah drainase yang tak terselesaikan menjadi biang keladi.
Warga Sampai Bersihkan Material Proyek
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi parah: koral pemadatan jalan yang belum sepenuhnya rampung tergerus air hujan deras yang meluap. Material proyek bahkan meluber ke jalan raya, mengganggu aktivitas pengendara dan menimbulkan bahaya.
Kondisi ini cepat viral di media sosial setelah diunggah oleh warga setempat, Junaidi. Ia menuturkan bahwa insiden serupa sudah pernah terjadi sebelumnya, menandakan adanya masalah fundamental dalam pengerjaan proyek.
”Ini sudah kejadian kedua kali. Sebelumnya juga seperti ini, dan warga Banjar sempat ikut membersihkan material di jalan,” keluh Junaidi, menunjukkan keprihatinan atas minimnya tanggung jawab kontraktor.
Warga lainnya, I Made Bawa, yang setiap hari melintas untuk antar-jemput siswa, mengaku hasil perbaikan ini jauh dari standar yang diharapkan. "Aspalnya tipis, cepat bergelombang. Kalau hujan, licin dan berbahaya untuk kendaraan," katanya, menyoroti aspek kualitas fisik jalan.
Drainase Terabaikan Jadi Biang Kerok
Proyek peningkatan jalan Banjar Belong–Patas ini merupakan bagian dari program besar peningkatan infrastruktur jalan kabupaten. Namun, meski menelan dana hingga Rp5.478.496.000, warga menemukan fakta bahwa perbaikan tidak menyentuh seluruh sistem drainase.
Di beberapa titik, terutama di depan rumah warga, gorong-gorong dibiarkan sempit tanpa pelebaran. Akibatnya, air tidak mampu mengalir lancar dan meluap ke badan jalan hanya dengan curah hujan singkat sekitar 30 menit.
Warga berharap, meskipun proyek masih dalam masa pengerjaan, kontraktor dapat segera memperbaiki kerusakan yang ada dan yang paling utama adalah memperhatikan kualitas serta solusi permanen untuk masalah drainase agar dana miliaran rupiah yang digelontorkan tidak sia-sia.[*]
Editor : Hari Puspita