DENPASAR, Radar Bali.id – Momentum Hari Valentine yang jatuh pada Sabtu (14/2/2026) menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang bunga di Jalan Sutoyo, Kota Denpasar.
Seperti biasa, sejak pagi buta, kawasan yang dikenal sebagai sentra perdagangan bunga ini telah dipadati warga yang berburu simbol kasih sayang untuk pasangan maupun orang terkasih.
Pantauan di lokasi menunjukkan deretan kios bunga tampak ramai diserbu pembeli dari berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga orang tua.
Mereka terlihat antusias memilih rangkaian bunga segar maupun bunga hias plastik yang telah disiapkan para pedagang sejak dini hari.
Mawar Merah Masih Jadi Primadona
Tak mengejutkan, bunga mawar merah tetap menjadi komoditas yang paling diburu. Selain maknanya yang melambangkan romantisme, harganya yang relatif terjangkau menjadikannya pilihan utama.
"Kebanyakan memang cari mawar merah. Dari pagi sudah ramai, pembeli datang bergantian dan biasanya puncaknya sampai sore atau malam nanti," ujar Ernawati, salah satu pedagang di kawasan tersebut.
Untuk harga, para pedagang mematok harga yang cukup bersahabat:
- Mawar Merah Segar: Rp6.000 per tangkai.
- Rangkaian Bunga (Bucket): Mulai dari Rp50.000 hingga ratusan ribu rupiah, tergantung ukuran, desain, dan jenis bunga yang digunakan.
Dampak Positif Ekonomi Lokal
Lonjakan pembeli di Jalan Sutoyo sebenarnya sudah mulai terasa sejak sehari sebelumnya (H-1). Bagi para pelaku usaha kecil di sana, Hari Valentine bukan sekadar perayaan romantis, melainkan periode "panen" tahunan yang memberikan dampak signifikan pada pendapatan mereka.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat, sentra bunga Jalan Sutoyo kembali membuktikan posisinya sebagai pusat aktivitas ekonomi kreatif di Denpasar setiap kali momen spesial tiba.[*]
Editor : Hari Puspita