RADAR BALI - Persib Bandung resmi mengukuhkan diri sebagai tim dengan pertahanan terbaik di BRI Super League 2025/26.
Hingga pekan ke-19, gawang Maung Bandung baru kebobolan 11 kali.
Sosok kunci di balik catatan impresif ini tidak lain adalah Kiper Persib Teja Paku Alam, yang kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu penjaga gawang terbaik di Indonesia.
Dominasi Teja di Puncak Statistik
Musim ini, Teja mencatatkan statistik yang mencengangkan dengan 11 clean sheet dari 17 laga yang dilakoni.
Dengan nilai rata-rata kebobolan hanya 0,5 gol per pertandingan, ia memimpin daftar kiper dengan nirbobol terbanyak, mengungguli nama-nama besar lainnya di liga.
Eks kiper Semen Padang itu mencetak 11 kali clean sheet dari 19 laga, kiper timnas Nadeo Arga Winata (Borneo FC) mencatatkan 8 clean sheet, sedangkan Mike Hauptmeijer (Bali United) mencatatkan 8 clean sheet.
Teja yang memiliki nilai pasar mencapai Rp 4,35 miliar (naik dari Rp3,48 miliar pada akhir 2025) membuktikan bahwa kualitasnya sebanding dengan harganya yang mahal.
Performa Teja musim ini tergolong di luar dugaan. Jika musim lalu ia lebih banyak menjadi pelapis bagi Kevin Ray Mendoza, kini Teja mampu bersaing sehat bahkan mengungguli kiper asal Wales Adam Przybek.
Kegigihannya ini sebenarnya sudah terlihat sejak musim 2021, di mana ia tampil 24 kali dengan hanya kemasukan 13 gol serta mencatat 13 clean sheet.
Kiper kelahiran 14 Maret 1994 ini bukanlah sosok baru dalam sepak bola nasional. Memulai karier di PPLP Sumatera Barat, Teja sempat berguru ke Uruguay bersama SAD Indonesia.
Karier profesionalnya dimulai di Sriwijaya FC (2012-2018) sebelum pulang kampung ke Semen Padang FC (2018-2019).
Setelah Semen Padang degradasi, Pelatih Persib saat itu, Robert Alberts, menariknya ke Bandung pada 2020.
Debutnya terjadi pada 1 Maret 2020 melawan Persela Lamongan. Hingga kini, Teja telah mencatat 88 pertandingan domestik dan 7 laga di kancah Asia.
Artinya, hanya butuh lima laga lagi bagi Teja untuk mencatatkan penampilan ke-100 bersama Maung Bandung.
Kerja Sama Tim dan Ambisi Masa Depan
Meski banjir pujian, Teja tetap rendah hati. Ia menegaskan bahwa kesuksesannya adalah buah dari kerja sama solid bersama kuarter lini bertahan yang dihuni Patricio Matricardi, Julio Cesar, Federico Barba, Kakang Rudianto, dan Eliano Reijnders.
"Alhamdulillah senang, ya ini berkat pemain lain juga kan berkontribusi. Jadi ya enggak sendiri," kata Teja.
Terikat kontrak panjang hingga 2027, Teja mengaku tidak ingin cepat puas dan berkomitmen untuk terus berbenah demi menjaga kesolidan pertahanan Persib ke depannya.
“Pastinya kita akan selalu berbenah, mudah-mudahan kita juga bisa melakukan clean sheet lagi dan lagi untuk ke depannya. Saya berharap semoga kita bisa semakin kompak,” pungkasnya.***
Editor : Ibnu Yunianto