Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Liga 1 U-16 : Bali United Junior Masih Bisa Full Senyum Meskipun Hanya Peringkat ke-4, Ini Penyebabnya

I Wayan Widyantara • Senin, 24 Februari 2025 | 19:25 WIB

 

FINISH POSISI KEEMPAT : Tim junior Bali United U-16. (Foto Media Bali United Youth)
FINISH POSISI KEEMPAT : Tim junior Bali United U-16. (Foto Media Bali United Youth)

DENPASAR, Radar Bali.id - Kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-16 2024/25 telah resmi berakhir pada Sabtu (22/2/2025). Borneo FC Samarinda U-16 keluar sebagai juara, diikuti oleh Persebaya Surabaya U-16 di peringkat kedua dan Madura United U-16 di posisi ketiga. Sementara itu, Bali United U-16 harus puas mengakhiri kompetisi di posisi keempat. Namun, di balik hasil tersebut, skuad asuhan Sandhika Pratama tetap membawa pulang dua penghargaan bergengsi musim ini.

Pelatih Bali United U-16, Sandhika Pratama, tetap bersyukur atas pencapaian timnya di musim ini. ”Alhamdullilah, patut disyukuri musim ini finish di peringkat 4, di mana kami bisa berada hingga semifinal dibandingkan musim sebelumnya. Saya memberikan apresiasi yang tinggi buat para pemain dan ofisial yang telah menyelesaikan musim ini," ungkapnya.

Skuad Bali United U-16 musim ini diperkuat oleh 30 pemain, dengan 28 di antaranya merupakan talenta lokal terbaik dari Bali. Hal ini menjadi prospek yang menjanjikan untuk musim mendatang, karena pengalaman yang telah mereka bangun selama EPA 2024/25 akan menjadi modal berharga.

Salah satu kejutan terbesar dalam kompetisi ini adalah terpilihnya Keanu Senjaya sebagai pemain terbaik (Best Player). Keanu, yang merupakan produk asli Bali, menunjukkan talenta, sikap, serta kepemimpinan yang luar biasa sebagai kapten tim.

”Ini kejutan bagi saya, karena biasanya penghargaan Best Player diberikan kepada pemain dari tim finalis. Namun, Keanu Senjaya berhasil meraih prestasi itu berkat talentanya, sikap rendah hati, dan kepemimpinannya. Semoga ia tetap rendah hati dan terus berkembang hingga menembus Timnas Indonesia di masa depan," harap  Sandhika.

Selain penghargaan individu untuk Keanu Senjaya, Bali United U-16 juga meraih penghargaan sebagai Tim Fairplay musim ini. Penghargaan ini mencerminkan sikap respek dan sportivitas tinggi yang ditunjukkan oleh skuad Serdadu Tridatu Muda sepanjang kompetisi.

"Alhamdullilah, kami memperoleh penghargaan sebagai tim fairplay, yang juga merupakan prestasi bergengsi selain juara 1, 2, dan 3. Ini menunjukkan bahwa pemain kami mampu menjunjung tinggi respek dan fairplay dalam pertandingan, baik kepada lawan, panitia pelaksana, maupun penonton," jelas Sandhika.

Sebagai tambahan dari prestasi yang telah diraih, Bali United U-16 akan melanjutkan perjalanannya ke Malaysia pada 25 Februari hingga 1 Maret 2025 mendatang. Mereka diundang oleh klub Johor Darul Ta'zim untuk mengikuti sesi pramusim, sebuah kesempatan emas bagi para pemain muda untuk merasakan atmosfer sepak bola internasional.

”Alhamdullilah, kami mendapat undangan dari Johor Darul Ta’zim untuk mengikuti preseason mereka. Ini akan menjadi pengalaman berharga bagi para pemain kami untuk mengasah kemampuan di luar negeri, yang pastinya bermanfaat untuk masa depan mereka," tambah  Sandhika.

Meski tidak berhasil membawa pulang trofi juara, perjalanan Bali United U-16 di EPA Liga 1 2024/25 telah menunjukkan dedikasi, semangat juang, dan perkembangan luar biasa bagi para pemain muda mereka.

 

Dengan pengalaman yang telah mereka kumpulkan, masa depan sepak bola Bali tampak semakin cerah. [*]

Editor : Hari Puspita
#junior #serdadu tridatu #bali united #U-16