Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Banjir Kritik, Baliho Ucapan Nyepi Berbahasa Inggris Akhirnya Diganti

Donny Tabelak • Minggu, 3 Maret 2019 | 01:15 WIB
banjir-kritik-baliho-ucapan-nyepi-berbahasa-inggris-akhirnya-diganti
banjir-kritik-baliho-ucapan-nyepi-berbahasa-inggris-akhirnya-diganti

NEGARA –Sempat  menuai banjir kritik dari publik serta mendapat sorotan dan dipermasalahkan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jembrana, baliho ucapan selamat hari raya Nyepi yang dibuat sekaa-taruna teruni (STT) Eka Cita, Banjar Menega, Kelurahan Dauhwaru, dengan menggunakan bahasa asing “Happy Silent Day Caka 1941”, akhirnya dicopot dan diganti.


Baliho ucapan Nyepi yang dipasang di jalan umum tersebut diganti dari bahasa Inggris menjadi bahasa Bali “Rahajeng Nyangra Rahina Caka 1941”.


Ketua STT Eka Cita Banjar Menega I Gede Nuharta Negara dikonfirmasi terkait penggantian baliho, Sabtu (2/3) membenarkan dengan penurunan baliho ucapan Nyepi berbahasa asing dan mengganti dengan baliho dengan bahasa Bali.


Menurutnya, pihak STT Eka Cita sengaja menurunkan baliho lama dan mengganti dengan baliho baru dengan ucapan bahasa Bali karena mendapat sorotan dari PHDI Jembrana.


“Baliho sudah diganti dan biar tidak  dipersoalkan lagi. Pada intinya kami (STT Eka Cita Banjar Menega) sangat mendukung untuk pelestarian budaya Bali.,” terang Gede Nuharta Negara.


Seperti diketahui sebelumnya, Ketua PHDI Jembrana Komang Arsana menyoroti adanya ucapan selamat Nyepi dengan penggunaan bahasa asing. 


Kata Arsana, ucapan dengan  bahasa asing untuk hari raya Nyepi dari segi konteks tidak benar. Semestinya kata Arsana, dalam penyampaian ucapan Nyepi disampaikan dengan  menggunakan bahasa ibu atau bahasa Bali sebagai salah satu bentuk menghargai dan melestarikan bahasa Bali.


“Tidak pada tempatnya ucapan itu. Kalau tidak pakai bahasa Bali pakai bahasa Indonesia,” ujarnya. 

Editor : Donny Tabelak
#hari raya nyepi