TABANAN – I Ketut Ardita, 35, ditemukan gantung diri di garasi SPBU Marga, Tabanan. Polsek Marga pun melakukan olah tempat kejadian perkara dan melakukan penyelidikan terkait motivasi korban melakukan tindakan bunuh diri tersebut.
Kapolsek Marga AKP I Nyoman Suadi mengaku pihaknya sudah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi.
Dari pemeriksaan tersebut, pihaknya mendapat informasi bahwa Ardita memiliki masalah dalam kehidupan rumah tangga.
“Berdasarkan keterangan saksi, keluarga dan hasil olah TKP di lapangan, diduga korban melakukan aksi bunuh diri dipicu memiliki masalah keluarga yang pelik,” jelas Suadi, Minggu (8/8).
Malah rumah tangga yang pelik ini, jelas Suadi, tak mampu dipecah korban. “Sehingga korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menjerat leher menggunakan kain slendang warna merah yang diikatkan pada besi rangka kanopi garasi SPBU Marga,” jelas Suadi.
Sebelumnya diberitakan, I Kadek Ardita membuat heboh warga Marga karena ditemukan gantung diri di garasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sabtu malam (7/8).
Menurut rekan kerja korban, I Putu Oka Putra, korban diketahui dating ke SPBU sekitar Pukul 19.00 Wita mengendarai sepeda motor Yamaha NMAX DK 6402 GAT. Korban langsung menuju garasi.
Selang beberapa menit rekan kerja korban I Gusti Ngurah Ketut Yudiantara ke belakang kantor untuk sembahyang. Namun, dia melihat korban tergantung di menggunakan kain selendang warna merah yang diikatkan pada besi rangka kanopi garasi.
Yudiantara pun meminta pertolongan rekan kerjanya yang lain, dan menurunkan korban. Ardita sempat dilarikan ke Klinik Apitjaring, Desa Batannyuh, Marga. Namun, kondisinya kritis sehingga dilarikan ke RSUD Tabanan. Sayang, sampai di RSUD Tabanan, dinyatakan telah meninggal dunia.
Editor : Yoyo Raharyo